klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Soal Penarikan di SMPN 6 Ponorogo, Kepsek Lakukan Rivisi Pemberitahuan

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
SMPN 6 Ponorogo. (Fauzy Ahmad/klikjatim.com)
SMPN 6 Ponorogo. (Fauzy Ahmad/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Ponorogo – Kepala SMPN 6 Ponorogo, Sri Iswantini mengkonfirmasi terkait kebenaran surat pemberitahuan penarikan iuran siswa kepada wali murid, yang belakangan ramai di media sosial (medsos) Facebook dan WhatsApp (WA). Dia membenarkan surat pemberitahuan tersebut.

“Surat pemberitahuan itu memang ada. Tertanggal 11 Oktober,” ujar Kepala Sekolah (Kepsek) Sri Iswantini saat ditemui awak media, Kamis (13/10/2022).

Lebih lanjut dia pun merivisi penjelasan isi surat itu. Kata dia, sebetulnya tidak ada pematokan dana sukarela. Tapi, karena redaksi kurang tepat sehingga menyebabkan salah pemahaman.

Iswantini mengatakan, pada Sabtu (1/10/2022) lalu memang terjadi musyawarah antara ketua komite dengan orang tua atau wali murid. Dalam pertemuan itu ada kesepakatan bersama terkait sumbangan sukarela berupa infaq, untuk melanjutkan pembangunan masjid di SMP 6 Ponorogo.

“Orang tua menulis di lembaran itu. Ada yang menulis (infaq) Rp300 ribu, Rp200 ribu, ada yang menulis Rp1 juta, Rp1,5 juta. Jadi tidak ada patokan,” tandas Iswantini.

Uang sukarela juga berlaku hanya untuk kelas VII. Tidak berlaku bagi peserta didik kelas VIII dan IX. Kecuali dana peningkatan mutu Rp100 ribu memang berlaku untuk semua kelas yang dibayarkan setiap bulan.

“Kami butuh support dari orang tua. Jika memang orang tua tidak mampu bisa mengajukan keringanan. Tidak kita pukul rata semua bayar,” terangnya.

Sedangkan poin untuk pembelian air minum bagi siswa, dia menjelaskan bahwa kondisi itu berawal saat dirinya melihat siswa harus membeli minum di kantin atau koperasi setiap hari. Dari situ kemudian sekolah berpikir untuk menyiapkan minuman di setiap kelas.

“Dengan kata lain kan bisa hemat. Anak-anak bawa botol kosong. Bisa minum sepenuhnya,” pungkasnya. (nul)

Editor :