klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Sepanjang 2021 Tercatat 150 Kebakaran di Bojonegoro, Kebanyakan Akibat Korsleting Listrik

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Petugas berupaya memadamkan api saat terjadi kebakaran di wilayah Bojonegoro. (Dok/klikjatim.com)
Petugas berupaya memadamkan api saat terjadi kebakaran di wilayah Bojonegoro. (Dok/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Bojonegoro – Jumlah kasus kebakaran di Kabupaten Bojonegoro sepanjang tahun 2021 cukup tinggi yaitu sebanyak 150 kali. Angka ini lebih banyak 28 kasus dibandingkan tahun 2020 yang tercatat 122 kasus kebakaran.

Berdasarkan data di Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Bojonegoro, rata-rata banyak penyebabnya adalah korsleting listrik. ”Rata-rata kebakaran terjadi karena korsleting listrik. Sehingga masyarakat harus tetap berhati-hati terhadap sesuatu yang menimbulkan api, meski sekarang musim hujan,” ujar Kabid Pemadam dan Penyelamatan, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Bojonegoro, Ahmad Adi Winarto, Senin (17/1/2022).

Menurutnya, insiden kebakaran ini kerap terjadi pada musim kemarau dan banyak faktor yang menjadi pemicu terjadinya kebakaran. Antara lain karena lupa mematikan kompor, kebocoran gas elpiji hingga korsleting listrik.

Kebakaran selama 2021 diakui meningkat dibandingkan dengan 2020 lalu, yakni sebanyak 122 kejadian. Bahkan di antaranya hingga merobohkan 40 rumah.

Namun beruntung tidak sampai ada korban jiwa. Kata dia, untuk kerugian dari kebakaran tetap ada dengan nilai yang cukup besar. Misalnya kebakaran di Kandang Sapi Desa Wadang, Kecamatan Ngasem, kerugian mencapai Rp638 juta.

Dia mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap bencana kebakaran. Perbaiki aliran listrik yang rusak dan jangan lupa matikan kompor saat keluar rumah untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran.

”Harus memastikan tabung elpiji yang digunakan tidak bocor. Dan jika terjadi peristiwa kebakaran, segera menghubungi pos Damkar terdekat,” ungkapnya.

Selanjutnya, upaya Dinas Damkar dalam mencegah kebakaran selalu melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Terkadang selepas melakukan pemadaman maupun di waktu kegiatan lainnya. (nul)

Editor :