klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Diserbu Ulat Bulu dan Tak Terurus, Puluhan Pohon di Karah Agung Rawan Tumbang Saat Hujan

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Puluhan pohon di Karah Agung yang jadi sarang ulat dan rawan tumbang saat hujan lebat. (Niam Kurniawan/Klikjatim.com)
Puluhan pohon di Karah Agung yang jadi sarang ulat dan rawan tumbang saat hujan lebat. (Niam Kurniawan/Klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com l Surabaya - Warga Surabaya keluhkan pohon milik Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya yang tidak terurus. Pohon-pohon yang berlokasi di Jalan Karah Agung I, Kelurahan Karah, Kecamatan Jambangan itu, selain rawan tumbang, juga menjadi sarang ulat pohon.

[irp]

Berdasarkan pantauan di lokasi, ada sekitar 10 pohon milik Pemkot Surabaya yang lokasinya berdekatan pemukiman warga setempat. Pohon-pohon itu menjulang tinggi hingga melebihi rumah-rumah warga, namun akhir-akhir ini daun habis dimakan ulat. Tinggal batang dan ranting yang khawatir jatuh saat hujan lebat.

Pohon tersebut, berada di ruas jalan padat kendaraan yang banyak lalu lalang masyarakat setempat. Pohon yang rawan tumbang tersebut memiliki tinggu 10 meter lebih dan belum pernah dipangkas oleh Dinas Cipta Karya dan Dinas Kebersihan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Kota Surabaya.

"Apapagi saat ini hujan disertai angin kencang sering terjadi di Kota Surabaya," tutur Aryk Priyono Sambodo, salah satu warga RT V RW II, Jalan Karah Agung I, Kel. Karah, Kec. Jambangan, Sabtu (4/1/2020) siang.

Warga lainnya, Yudi Witanto, mengeluh soal banyaknya ulat pohon hinggap pada tanaman di sekitar rumah. Bahkan, kata Yudi, ulat-ulat itu masuk rumah dan warung kopi yang berada persis di sebelah pohon.

[irp]

"Rasanya tidak nyaman sekali. Apalagi di sini banyak anak-anak. Orang dewasa saja kalau dihinggapi ulat jijiknya minta ampun. Parahnya lagi ulat itu masuk ke rumah dan warkop," ujar pria yang juga Ketua Karang Taruna setempat itu.

Ketua RT V RW II, Karah Agung I (Karah Pasar), Arif Patichin Firdaus, mengaku telah mengajukan permohonan ke DKRTH Kota Surabaya untuk dilakukan pemangkasan ranting dan penyemprotan pohon. Pengajuan yang dilayangkan pada bulan Desember 2019 itu sampai saat ini belum dikabulkan.

"Kami berharap Pemkot Surabaya bereaksi cepat dan tanggap dalam melayani masyarakat. Jangan sampai menunggu korban baru kemudian bertindak," sambung Arif.

Dijelaskan, untuk saat ini warga berinisiatif melakukan pembakaran. Namun, setelah dibakar ribuan ulat tersebut justru berkeliaran dan pindah meneror rumah-rumah warga.

"Setiap kali disapu, selang beberapa menit ulat-ulat kembali berkeliaran di dinding rumah bahkan masuk ke dalam rumah. Kami harap Pak Lurah Karah serius, karena masalah pohon diserbu ulat dan tidak terawat ini sangat meresahkan warga," pungkasnya. (nk/bro)

Editor :