KLIKJATIM.Com | Pasuruan - Warga Desa Plintahan, Kecamatan Pandaan, dihebohkan dengan aksi pemuda yang stres karena menaikai tower Jumat (4/6/2021). Fendi Andoko (34), demikian pemuda yang diduga autis ini ini menaiki tower setinggi 72 meter karena keinginannya tidak dituruti oleh keluarganya.
[irp]
Aksi warga Dusun Kwangen, Desa Plintahan, Kecamatan Pandaan ini membuat warga sekitar berupaya membujuknya untuk turun. Dia naik tower sejak pukul 16.00 hingga pukul 23.30 dari pucuk tower.
Untuk membujuk Fendi, sejumlah petugas dari Polsek Pandaan, Koramil Pandaan dan BPBD Kabupaten Pasuruan berjaga-jaga di bawah tower. Atas aksi nekat pria tersebut, sejumlah warga juga harap-harap cemas di sekitar lokasi.
Kapolsek Pandaan Kompol Marwan mengatakan, pria ini dikenal sebagai orang yang autis dan hiper aktif. Ia nekat naik tower, lantaran keinginannya tidak dituruti orang tuanya. “Masalahnya kepingin menginap di rumah tukangnya, namun tidak boleh sama ayahnya. Akhirnya naik tower,” jelas Marwan.
Marwan menambahkan, petugas tengah berjaga-jaga di bawah tower. Sembari mendampingi keluarga untuk membujuk Frendi agar turun dari tower. "Kami menunggu keluarganya untuk membujuk dia. Di atas juga tidak melakukan apa-apa,” imbuhnya.
Ternyata, bukan kali pertama Frendi menaiki tower. Kata Marwan, belasan tahun lalu ia juga melakukan hal yang sama. “Sudah dua kali, dulu pernah naik tower pada umur 17 tahun,” ungkapnya.
Setelah istri dan keluarganya datang, akhirnya menyetujui keinginan Frendi ke rumah saudaranya. Hanya saja, sebelum Frendi turun, terjadi negosiasi cukup alot. Beberapa kali Frendi dibujuk dan dirayu oleh petugas dari BPBD Kabupaten Pasuruan. Bahkan petugas ikut naik ke puncak tower.
“Drama” bujuk rayu itu akhirnya selesai, setelah orangtua Frendi, sepakat dengan permintaan pria yang mengalami autis tersebut.
Proses evakuasi dilapangan, berlangsung cukup lama. Sekitar satu jam. Persis saat jarum jam menunjukkan pukul 23.55, Frendi sampai di bawah tower. “Upaya petugas dari BPBD Kabupaten Pasuruan membuahkan hasil. Alhamdulillah akhirnya pemuda tersebut mau turun,” kata Kapolsek Pandaan Kompol Marwan Ishery Purnomo.
Setelah nyampai bawah, Frendi langsung masuk ke dalam mobil milik keluarga. “Selanjutnya, kami serahkan sepenuhnya ke pihak keluarga,” bebernya.
Irwan Frendi, ayah dari Frendi saat ditemui koran ini, merasa lega. Dia tampak semrigah dan bahagia setelah putranya mau turun ke bawah dari puncak tower seluler. “Setelah turun, langsung ikut saudara saya ke Surabaya. Sesuai dengan permintaannya,” ucap Irwan Fendi, orang tua Frendi Andoko. (ris)
Editor : Redaksi