Siswi Depresi Belajar Online Hingga Bunuh Diri, Gus Jazil: Ini Tamparan Keras Bagi Pemerintah!

klikjatim.com
Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid.

KLIKJATIM.Com | Gresik  - Kasus seorang siswi SMA bunuh diri di Kecamatan Mamuju, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan karena depresi tidak kuat menjalani belajar dengan sistem online (daring), mendapatkan tanggapan dari Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid.

[irp]

Baca juga: Cegah Ketimpangan Kompetensi Global, Indonesia Dorong Penerapan Future Skills Forecasting di BRICS

Menurutnya, kasus ini menjadi "tamparan" keras bagi pemerintah, khususnya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). "Sering saya sampaikan berkali-kali kepada Kementerian Pendidikan agar ada kebijakan khusus terkait dengan dunia pendidikan, waktu itu saya bilang agar anak-anak itu tidak stunting otaknya, ini bukan hanya stunting, tapi terjadi bunuh diri," ujar Gus Jazil di Wisma Syariah, Ciputat, Tangerang Selatan, Senin (19/10/2020).

Dikatakan Gus Jazil, kasus ini harus menjadi pelajaran bagi Kemendikbud. Adanya kejadian ini menunjukkan bahwa pertama, kurikulum daring dinilai belum jelas dan belum ada evaluasi secara komprehensif. Selain itu, fasilitas pendidikan daring juga dinilai belum semua kelompok masyarakat bisa mengaksesnya.

"Ini semua pendidikan kita ini tanpa skenario. Sampai ada begitu (kejadian bunuh diri) itu kan berarti tidak ada skenario. Guru juga tidak ngerti apa itu daring. Jadi maksud saya bukan minta dispensasi kemudian yang gak punya fasilitas lantas nggak sekolah," tuturnya.

Baca juga: Pelindo Terminal Petikemas Raih 2 Penghargaan Green and Smart Port 2026

Dikatakan politikus PKB ini, negara memiliki kewajiban untuk menyelenggarakan pendidikan di tengah pandemi Covid-19. Caranya yaitu dengan membuat kebijakan yang sesuai dengan keadaan.

"Ini kebijakan daring ini kebijakan sporadik, masih tidak bisa dievaluasi. Maksud saya sporadik itu kurikulumnya tidak matang, fasilitasnya tidak ada, gurunya juga belum tentu bisa, siswanya atau orang tua siswa juga tidak sanggup maka ada kejadian bunuh diri. Itu menurut saya itu protes keras dunia pendidikan," pungkasnya.

Baca juga: Bupati Sampang Pastikan Penanganan Lansia dan Gizi Buruk Berjalan Optimal

Diketahui, jasad seorang siswi SMA di Kecamatan Mamuju, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, berinisial MI berusia 16 tahun itu ditemukan terbujur kaku di bawah tempat tidur di rumahnya, Sabtu (17/10/2020). Polisi masih mendalami kasus ini. (bro)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru