KLIKJATIM.Com | Bojonegoro - Padamnya api abadi Merapen Jawa Tengah membuat gusar pemerintah kabupaten Bojonegoro. Pasalnya di kabupaten ini ada api abadi, kayangan api. Bupati Bojonegoro Anna Muawanah langsung melakukan koordinasi agar pihak terkait melakukan kajian terhadap kayangan api.
Baca juga: Jangan Sampai Padam, Ini Langkah Selamatkan Kayangan Api
[irp]
Koordonasi bersama SKK Migas, Perhutani dan Stakeholder terkait melalui via Daring. Bu Anna begitu bupati disapa menyampaikan beberapa hal salah satunya mengenai fenomena api abadi yang berada di Merapen Jawa Tengah yang sudah padam.
"Kami meminta agar SKK Migas dan K3S lakukan kajian terkait api abadi yang berada di kayangan api Bojonegoro," ungkap Bu Anna, Senin(5/10/2020).
Bupati perempuan pertama di Bojonegoro ini mengatakan, dari beberapa stakeholder agar melakukan pengajian terhadap kayangan api yang berada di Kecamatan Ngasem Bojonegoro. Aliran mana saja atau sumber- sumber dari kayangan api tersebut.
"Iya, kami meminta agar dikaji, mungkin dari Kedung Keris, Exxon, Pepsi ataupun sumber yang lain," katanya.
Langkah antisipasi untuk menyelamatkan sektor wisata. Kayangan api agar tetap menjadi api abadi.
Selain itu, lanjut Anna, mengenai penyerapan tenaga kerja juga perlu adanya peningkatan. Dinas terkait segera lakukan persiapan rekrutmen pelatihan.
Selama ini sudah ada 5 ribu tenaga kerja yang terserap. Berdasarkan data Pepsi, 3 ribu pekerja diantaranya adalah warga Bojonegoro.
Kemudian, terkait penghijauan di Migas harus dilakukan penanaman pohon serta di wilayah yang terjadi gersang agar selalu melakukan penanaman.
Dalam rapat via daring ini hadir juga Sekda Bojonegoro dan OPD terkait. (rtn)
Editor : M Nur Afifullah