KLIKJATIM.Com | Pasuruan - Warga Desa Kesiman, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan digegerkan dengan penemuan pengendara sepeda motor yang tergeletak bersimbah darah di tengah htan jalan desa setempat, Kamis (3/9/2020) malam. Polisi menduga korban pengendara motor yang sudah tidak bernyawa ini adalah korban pembegalan.
[irp]
Baca juga: Gedung DPRD Pasuruan Disasar Maling
Menurut Supardi (45) warga Desa Kesiman, Kecamatan Prigen, kabar ditemukannya pengendara motor diketahui sekitar pukul 23.15. Saat ditemukan, pengendara motor ini tidak ditemukan identitasnya. Sementara tubuhnya bersimbah darah dan terdapat luka bacok di bagian leher dan perut.
"Saat ditemukan posisi mayat telentang dengan luka diduga akibat senjata tajam di leher dan perut. Tubuh korban bersimbah darah. Korban mengenakan kaos putih, jeans, dan sepatu. Jaket menutupi bagian tubuhnya dan sebuah helm tergeletak di sekitar mayat," kata dia.
Baca juga: Dugaan Tambang Ilegal di Pasrepan, Satpol PP Jadwalkan Pemanggilan
Temuan ini kemudian diteruskan ke Polsek Prigen. Sementara Arifin, warga lain mengatakan warga sangat kaget dengan penemuan mayat tersebut. "Ya kaget banget. Katanya korban warga (Dusun) Mendalan, (Desa) Sukoreno," ungkapnya.
Kasubbag Humas Polres Pasuruan Kompol Hardi membenarkan adanya penemuan mayat pengendara motor di hutan desa di Kecamatan Prigen. Setelah menerima laporan, pihaknya menurunkan anggota reskrim dan inafis ke Tempat Kejadian Perkara (TKP). Polisi melakukan identifikasi mayat dan olah TKP. Mayat korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara,
Baca juga: Dua Kali Mangkir, Polisi Sebut Tersangka M Daniel Efendi Masih Koordinasi
Ditambahkan, dari hasil identifikasi korbanĀ diketahui bermana Arif Krisyanto (28), warga Dusun Mendalan, Desa Sukoreno, Kecamatan Prigen. Dikatakan, identitas itu diketahui dari KTP yang dibawa korban. "Kami menemukan KTP-nya," terang Hardi.
Dia mengatakan Arif diduga kuat korban pencurian dengan kekerasan atau pembegalan. Indikasinya terdapat helm di sekitar mayat, namun kendaraannya tidak ditemukan di lokasi. (hen)
Editor : Redaksi