KLIKJATIM.Com | Surabaya - Selain Kota Surabaya dan Kabupaten Sidoarjo, kini muncul nama Tuban sebagai daerah penyandang zona merah Covid-19 di Jatim. Tuban kembali berada di zona merah setelah sempat turun ke zona orange pada 27 Juli 2020.
[irp]
Baca juga: Pemprov Jawa Timur Borong Tiga Penghargaan UB Halal Metric Award 2026, Gubernur Khofifah
Berdasarkan peta sebaran Covid-19 Jatim yang dirilis pada Rabu (26/8/2020) malam, Tuban masih menjadi daerah dengan status zona merah atau dengan risiko penyebaran Covid-19 tinggi. Kembalinya Tuban menjadi zona merah ini, artinya seluruh daerah di Jatim masih belum bisa dikatakan aman dari penyebaran Covid-19. Sehingga, perubahan warna ini menjadi warning bagi setiap daerah agar selalu waspada.
Ketua Gugus Kuratif Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim dr Joni Wahyuhadi menjelaskan, penyebaran virus itu terus terjadi dan selalu muncul mutasi yang baru. "Makanya kita terus mengingatkan agar masyarakat tetap menjaga protokol kesehatan setiap beraktivitas," ujar Joni, Rabu (26/8/2020).
Dirut RSUD dr Soetomo itu menegaskan, perhitungan zonasi tersebut berdasarkan 3 indikator, yakni pada epidemiologi, pelayanan kesehatan, dan surveilance. "Ada 15 indikator, kemudian jadi tiga aspek besar itu," tegas dia.
Baca juga: Gubernur Khofifah Luncurkan 40 Sekolah Berintegritas
Selain itu, penyebab Tuban kembali berada di zona merah adalah karena tingginya kasus kematian selama sepekan terakhir. Sejak 17-23 Agustus 2020, angka kematian di Tuban bertambah 7 kasus. Sehingga Tuban berhasil mencatatkan namanya sebagai pendamping Sidoarjo dengan status zona merahnya.
[irp]
Baca juga: Wagub Emil Optimis Nasabah Bank Jatim Meningkat dari 1 Juta Ditargetkan 2 Juta Pengguna
Sementara itu, Bupati Tuban H Fathul Huda sebelumnya telah mentargetkan dalam kurun dua bulan, Tuban dapat bebas dari zona merah Covid-19. Tuban dapat menjadi zona hijau atau tidak terdampak Covid-19 dalam kurun dua bulan ke depan (September). Dengan tingkat kesembuhan pasien mencapai 98 persen. “Harapannya dapat mencapai 98 persen sehingga perlu mendapat dukungan dari semua stakeholder dan masyarakat,” tegasnya pada Juli lalu.
Sedangkan sebagai informasi, per Rabu (26/8/2020) malam, kasus Covid-19 di Jatim mengalami penambahan pasien sebanyak 331 orang. Kasus kumulatif pasien positif mencapai 31.329 orang. Sementara pasien yang dinyatakan sembuh bertambah 348 orang. Sehingga angka kesembuhan saat ini mencapai 24.649 orang. (mkr)
Editor : Redaksi