PG Gelar Semprot Masal Pupuk NPK di Banjarnegara

klikjatim.com
Direktur Pemasaran PG Digna Jatiningsih saat mengikuti penyemprotan Massal Phonska OCA di salahsatu areal pertanian.

KLIKJATIM.Com | Gresik - Petrokimia Gresik bekerja sama dengan Dinas Pertanian Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, menggelar penyemprotan massal pupuk NPK dan organik cair Phonska Oca pada lahan budidaya padi seluas 20 hektare di Desa Gumiwang, Kecamatan Purwanegara, Kabupaten Banjarnegera, Senin (10/8).

[irp]

Baca juga: Sambut Ramadan 1447 H, Petrokimia Gresik Salurkan Rp723,5 Juta untuk 146 Masjid dan Lembaga Sosial

Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Banjarnegara Budi Sarwono, Komisaris Petrokimia Gresik Mahmud Nurwindu, SVP Pemasaran & Logistik Petrokimia Gresik Wismo Budiono, serta melibatkan 50 petani dari Kelompok Tani Jatimulyo dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Direktur Pemasaran Petrokimia Gresik Digna Jatiningsih menyatakan, kegiatan ini merupakan upaya perusahaan untuk memperkuat sektor produksi pertanian dalam negeri sekaligus mendorong peningkatan ekonomi nasional ditengah wabah Covid-19. Dimana intensifikasi pertanian menjadi salah satu strategi untuk menggenjot produktivitas tanaman pangan di tengah ancaman krisis pangan.

Dalam kegiatan ini, Petrokimia Gresik juga menghadirkan klinik pertanian, yaitu melalui Mobil Uji Tanah untuk konsultasi pemupukan dan anak perusahaan (Petrokimia Kayaku dan Petrosida Gresik) untuk pengendalian hama. Sehingga pengawalan Petrokimia Gresik menjadi lengkap, mulai dari kawalan teknis pemupukan hingga pengendalian hama.

“Kegiatan ini kami laksanakan secara beruntun di enam kabupaten di Jawa Timur dan Jawa Tengah, dan tidak menutup kemungkinan untuk dilakukan sosialisai dan edukasi serupa di berbagai daerah lainnya,” ujar Digna.

Baca juga: Petrokimia Jadi Licensor Proyek Pabrik NPK Pupuk Iskandar Muda Aceh

[irp]

Adapun kabupaten yang menjadi lokasi pelaksanaan kegiatan ini adalah Banyuwangi (22/7), Lumajang (24/7), Bondowoso (28/7), Bojonegoro (3/8), Sragen (5/8) dan Banjarnegara (10/8).

Sementara penggunaan pupuk Phonska Oca, lanjut Digna, merupakan upaya Petrokimia Gresik untuk mewujudkan pertanian berkelanjutan melalui peningkatan produktivitas tanaman sekaligus perbaikan kondisi tanah.

Baca juga: Petrokimia Gresik dan Srikandi BUMN Dorong Peningkatan Partisipasi Perempuan di Dunia Kerja

Hal ini sangat penting mengingat berdasarkan data Balai Besar Sumberdaya Lahan Pertanian (BBSDLP) tahun 2018, setidaknya 70 persen dari 8 juta hektare lahan sawah di Indonesia kurang sehat. Artinya, sekitar 5 juta hektare lahan sawah memiliki kandungan bahan organik yang rendah.

Kondisi ini disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah penggunaan pupuk anorganik dan pestisida yang berlebihan dalam jangka panjang yang menyebabkan kandungan bahan organik dalam tanah terdekomposisi dan semakin sedikit. (hen)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru