KLIKJATIM.Com | Banyuwangi - Kabupaten Banyuwangi mendapat perhatian istimewa dari pemerintah pusat. Sejumlah kementerian membahas pembangunan dan pemulihan ekonomi di Bumi Blambangan dari dampak pandemi Covid-19. Catatan kementerian, pengembangan pariwisata, peningkatan UMKM hingga penyelesian Jlaur Lingkar Selatan yang menghubungkan Jember-Banyuwangi.
[irp]
Baca juga: Pemprov Jawa Timur Borong Tiga Penghargaan UB Halal Metric Award 2026, Gubernur Khofifah
Rapat yang dipimpin oleh Menko Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan secara virtual, Selasa (4/8/2020). Kementerian yang ikut di antaranya Menhub Budi Karya Sumadi, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basoeki Hadimoeljono, Menteri Agraria Tata Ruang/BPN Sofyan Djalil, Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibyo, Kementerian LHK, Kemendikbud, Kementerian BUMN, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Dirut PT Pelindo III Saefudin Noer dan berbagai instansi lainnya
Luhut Binsar Panjaitan memberikan arahan kepada sejumlah kementerian dalam pengembangan amenitas di Taman Nasional Alas Purwo menyambut World Surf League 2021, Pantai Marina Boom, pengembangan Taman Wisata Alam Gunung Ijen, dukungan Geopark Ijen menjadi geopark dunia UNESCO. Kemudian pembangunan terminal terpadu, kapal patroli kawasan pantai, dan berbagai infrastruktur jalan. Termasuk langkah pembukaan kembali penerbangan Banyuwangi – Bali.
“Rapat ini menindaklanjuti rakor kemarin. Hasil dari rakor kunjungan ke Banyuwangi sudah saya laporkan kepada Presiden Jokowi. Presiden mengintruksikan kepada kami agar segera menindaklanjuti, dan enggak pakai lama,” kata Menko Marves, Luhut.
Luhut mengintruksikan Kementerian Perhubungan membantu kapal patroli pantai-pantai Banyuwangi dan merevitalisasi terminal Sri Tanjung. Luhut juga meminta Kemen PUPR, membantu berbagai perbaikan dan pembangunan jalan. “Termasuk dalam menopang pelaksanaan Internasional Tour de Banyuwangi Ijen, yang selama ini belum pernah mendapat dukungan APBN. Pemerintah pusat akan membantu pelaksanaan Tour de Ijen sebesar Rp 30 miliar,” ujar dia.
Baca juga: Gubernur Khofifah Luncurkan 40 Sekolah Berintegritas
[irp]
Kemudian rencana jalur alternatif lintas selatan Banyuwangi menuju Jember melalui proyek Jalur Lintas Selatan (JLS) itu masuk agenda pembahasan dalam rakor sejumlah menteri. Selama ini, pembangunan JLS belum tuntas semua. Meski tinggal sekitar 20 kilometer. “Terkait JLS, saya sudah instruksikan Kementerian PUPR untuk segera melanjutkan. Dirjen Cipta Karya pekan ini juga akan datang ke Banyuwangi untuk membahas lebih lanjut,” kata Luhut.
Dirjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) segera menyanggupi. Bahkan, telah menjadwalkan untuk berkunjung ke Banyuwangi. “Saya mengutus Direktur Cipta Karya ke Banyuwangi untuk menginventarisasi program-program apa yang dibutuhkan Banyuwangi agar bisa kami bantu. Kamis atau Jumat besok, tim kami ke Banyuwangi,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam rakor virtual tersebut.
Baca juga: Wagub Emil Optimis Nasabah Bank Jatim Meningkat dari 1 Juta Ditargetkan 2 Juta Pengguna
Terpisah, Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, menyebut keroyokan pembangunan dari berbagai kementerian akan mempercepat pemulihan Banyuwangi sebagai salah satu sentra perekonomian di timur Jawa. ”Terima kasih Bapak Presiden, Pak Luhut, para menteri, dan Gubernur Ibu Khofifah. Dengan keroyokan ini, akan mempercepat pembangunan Banyuwangi, sehingga kendala-kendala yang selama ini dialami pemerintah daerah bisa segera teratasi,” kata Anas.
Bupati Banyuwangi menambahkan, pihaknya optimis, pembangunan JLS bakal mempercepat pergerakan ekonomi wilayah selatan. ”Akan ada denyut ekonomi baru dengan JLS ini. Ada banyak peluang pariwisata dan pertanian yang terbuka. Tentu ini juga mendorong pemulihan ekonomi setelah terpukul karena pandemi Covid-19,” ujarnya. (hen)
Editor : Redaksi