KLIKJATIM.Com |Gresik - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Gresik menargetkan wilayah Gresik turun dari zona merah pekan depan. Saat ini tim gugus tugas terus meningkatkan langkah prevention dan kuratif untuk menekan angka positif, mencegah klaster baru serta mempercepat penanganan pasien yang menjalani perawatan.
[irp]
drg Saifudin Gozali, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Gresik menjelaskan, pada Selasa jumlah pasien yang sembuh tercatat 26 orang. Mereka berasal dari 5 kecamatan di Kabupaten Gresik. Tambahan jumlah 26 orang ini secara keseluruhan menambah jumlah pasien yang sembuh mencapai 1.194 orang.
Dijelaskan,upaya menekan angka positif Covid di Gresik dilakukan melalui upaya prevention atau pencegahan dan langkah kuratif atau penanganan. Langkah prevention sudah dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan di seluruh aspek masyarakat. Salahsatunya menerapkan aturan ketat di titik potensi klaster seperti pasar, pusat perbelanjaan, desa dan perumahan, serta kelompok perkumpulan masyarakat."Dan Alhamdulillah klaster klaster yang sempat muncul di Gresik seperti klaster Surabaya, klaster Jakarta, klaster Sampoerna, klaster pasar ayam Sidowungu Menganti, klaster Pasar Baru, klaster Campurejo sudah selesai dan tidak ada penyebaran lagi," jelas drg Saifudin Gozali.Dijelaskan, klaster Pasar Benjeng dan Balongpanggang sudah sudah selesai dalam pemantauan tim gugus tugas. Tim Gugus Tugas tidak menemukan pasien baru dalam tracing di klaster klaster tersebut. Klaster tersebut memang tinggi angka pasiennya saat awal awal terdeteksi, namun setelah dilakukan testing, testing dan treatment, kini sudah selesai dalam pengawasan.
Ditambahkan, langkah lain adalah melakukan peningkatan kuratif atau perawatan terhadap pasien yang ada. Saat ini, Kabupaten Gresik sudah memiliki 15 rumah sakit rujukan yang menyediakan 390 bed tempat perawatan. Kemudian ditambah dengan dioperasikannya Pondok Rehbilitasi dan Observasi Pasien (PROP) di Stadion Gelora Joko Samudro bisa menambah 140 bed perawatan. Sehingga total Gresik menyediakan 530 bed dan ruangan perawatan.
"Dengan jumlah pasien positif (positif) yang menjalani perawatan kemudian, kemudian pasien probable (PDP) yang ada, jumlah ruang perawatan di Gresik masih memadai. Sehingga langkah penanganan pasien yang suspek atau PDP masih bisa dilakukan dengan jumlah RS dan ruang isolasi PROP Gejos," kata Juru Bicara Gugus Tugas yang juga Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik ini.
Baca juga: Bupati Gresik Berangkatkan 376 Jamaah Haji Kloter 46
[irp]
Dijelaskan, keberadaan PROP Gejos dinilai sangat membantu dalam menekan angka penyebaran khususnya pasien OTG. Apalagi Gresik merupakan satu-satunya kabupaten yang memiliki ruang perawatan pasien Covid setara dengan rumah sakit lapangan Surabaya yang dikelola Kogabwilhan.
"Kami menyediakan 5 dokter spesialis, 10 dokter umum yang berjaga 24 jam dengan shift, puluhan perawatan serta tenaga kesehatan lainnya. Dan penanganan di Pondok Rehabilitasi dan Observasi Pasien ini sudah terhubung dengan database Kementerian Kesehatan. Sehingga penanganan pasien yang kami lakukan juga terpantau oleh database Kemenkes," ujar dia.
Baca juga: Lepas Jamaah Haji Kloter 46, Bupati Gresik Berpesan untuk Fokus Ibadah dan Jaga Kesehatan
Lebih lanjut drg Gozali mengungkapkan, dengan upaya-upaya prenvention dan kuratif tersebut, dia yakin zona merah yang disematkan kepada Gresik bisa turun ke zona orange pada pekan depan. Bahkan, dia mentargetkan Gresik bisa turun zona lagi hingga angka positif benar-benar landai ditambah pasien sembuh melebihi angka rata-rata Jatim.
"Harapan kami kesadaran masyarakat Gresik untuk menerapkan protokol kesehatan dengan menjaga jarak, selalu bermasker di luar rumah, selalu cuci tangan sebelum kegiatan dan setelah beraktifitas yang sudah cukup baik selama ini bisa dipertahankan dan ditingkatkan lagi," jelas Kadinkes Gresik. (hen)
Editor : Redaksi