KLIKJATIM.Com | Tulungagung - Perjalanan Bluri (41) mencari ikan di sepanjang aliran sungai Brantas berakhir mengejutkan. Warga Desa Bakalan, Kecamatan Sengat, Blitar menemukan bom berukuran cukup besar seberat 100 Kg. Bom diduga peninggalan masa perang tersebut ditemukan di tepi Sungai Brantas di Dusun Jajar, Desa/Kecamatan Rejotangan, Tulungagung, Senin (27/7/2020) pukul 14.00 WIB.
[irp]
Baca juga: 357 Kasus Kecelakaan Ditangani Satlantas Polres Tulungagung Hingga April 2026
Bom yang masih aktif ini diperkirakan gagal meledak saat dijatuhkan dari pesawat terbang. Kini bom sudah diamankan Tim Jihandak Brimob dan Polres Blitar untuk dimusnahkan. Namun demikian penemuan bos tersebuh sempat membuat gempar warga sekitar aliran sungai Brantas.
Menurut Bluiri, dirinya tengah mencari ikan. Saat menyelam, dirinya meraba benda dengan permukaan halus. Dia mengira benda yang dipegang itu besi tua yang cukup laku kalau dijual. Sehingga Bluri memutuskan untuk mengangkat besi yang cukup berat. "Say kira besi tua sehingga saya selami kemudian saya angkat," terang Bluri kepada polisi.
Ketika sudah sampai ke permukaan, Bluri agak curiga dengan bentuk benda itu seberat, kurang lebih 100 kilogram. Sebab, ujungnya runcing agak lonjong kemudian di bagian ekor ada semacam kipas, hingga keseluruhan mirip bom mortir. "Daripada terjadi yang tidak-tidak, temuan itu saya laporkan ke Polsek Srengat, tapi ternyata masuk wilayah Tulungagung. Akhirnya diteruskan ke Polsek Rejotangan," ujar Bluri.
Baca juga: Kejaksaan Negeri Tulungagung Akan Lelang 5.292 Liter Solar Sitaan
[irp]
Kapolsek Rejotangan, Iptu Hery Purwanto yang menerima laporan kemudian minta bantuan tim penjinak bahan peledak (Jihandak) untuk mengamankan bom ini. Bom ini panjangnya sekitar 103 sentimeter, dengan diameter 70 sentimeter. "Kalau dari bentuknya, ini seperti dijatuhkan dari pesawat kemudian gagal meledak," ujar Iptu Hery Purwanto.
Baca juga: Bobol Tembok Minimarket di Tulungagung, Komplotan Pencuri Sikat Barang Senilai Rp 92 Juta
Tidak lama kemudian Tim Jihandak dari Brimob yang tiba di lokasi segera membungkus bom ini dengan alat peredam ledakan. Menurut Ipda Abdul Rois, Tim Jibom dari Brimob Kompi C Kediri, berat bom ini lebih dari 100 kilogram.
Empat anggota Brimob kesulitan untuk menggotong bom ini dari aliran Brantas. Mereka menggunakan bambu panjang, bom dibawa ke mobil Brimob yang sudah disiagakan. "Bom ini masih aktif, hanya pemicunya sudah hilang. Bom bisa diaktifkan dengan dipicu ulang," kata Rois. (hen)
Editor : Redaksi