KLIKJATIM.Com | Sidoarjo - Tingginya angka sisa lebih pembiayaan anggaran (Silpa) pada APBD Sidoarjo tahun 2019 yang mencapai Rp 1,128 triliun menjadi sorotan kalangan dewan setempat. Karena hal ini menandakan kurang maksimalnya kinerja dinas atau organisasi perangkat daerah (OPD), sehingga berdampak terhadap rendahnya serapan anggaran.
Anggota DPRD Sidoarjo, Nur Hendriyati Ningsih mengatakan, bahwa kondisi ini harus menjadi perhatian serius kepala daerah. Terlebih untuk mengevaluasi kinerja TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah) dan kepala dinasnya.
Baca juga: Gubernur Khofifah Sampaikan Nota Penjelasan Dua Raperda Strategis di DPRD Jatim
[irp]
"Karena tidak bisa optimal melakukan penyerapan anggaran," ujarnya, Senin (27/7/2020).
Lebih lanjut, Badan Anggaran (Banggar) juga meminta adanya perombakan dalam tubuh TAPD maupun OPD yang tak mampu kerja optimal. Sebab masih banyak sumber daya manusia (SDM) yang lain lebih mumpuni.
Baca juga: Bupati Subandi Instruksikan Percepatan Betonisasi Jalan Tambakcemandi Sidoarjo
"Kalau yang tidak mampu kenapa masih harus dipertahankan,” tandasnya dalam rapat paripurna DPRD Sidoarjo.
[irp]
Baca juga: HMI Dukung Pemkab Sidoarjo Tertibkan Penjualan Miras dan Cegah Penyebaran HIV/AIDS
Plt Bupati Sidoarjo, Nur Ahmad Syaifuddin menanggapi terkait rekomendasi dewan dengan positif. Adapun terkait saran melakukan pergeseran bukan merupakan wewenangnya.
“Tugas saya ini hanya mengisi kekosongan sebagai Plt, jadi tidak bisa ganti pejabat,” imbuhnya. (rin/hen)
Editor : Redaksi