KLIKJATIM.Com | Surabaya - Kedatangan Calon Wali Kota Surabaya Irjen Pol (Purn) Machfud Arifin ke Pasar Blauran, Jumat (26/6/2020) dijadikan ajang curhat para pedagang. Di pasar ini, Mahfud Arifin disambati mulai sepinya pembeli, kondisi pasar yang panas hingga kurangnya pemeliharaan.
[irp]
Baca juga: Gubernur Khofifah Terbitkan Surat Perintah F Bagus Panuntun Sebagai Plt Wali Kota Madiun
Kepada Mahfud Arifin, salahsatu pedagang baju di lantai dua mengungkapkan, sejak corona melanda, kondisi pasar sangat sepi kunjungan pembeli. Hal ini tentu berimbas pada berkurangnya pendapatan para pedagang. Sementara pada saat yang sama, kebutuhan hidup harus dipenuhi."Selain sepi pembeli kami juga gerah dengan kondisi pasar yang tidak nyaman. Saat hujan turun, sering sering bocor hingga membuat lantai banyak tergenang air serta lampu di lantai dua banyak yang padam. Ya karena gelap dan sumuk inilah yang membuat pembeli gak betah datang ke Pasar Blauran," tutur pedagang perempuan ini seraya menawarkan dagangannya kepada rombongan Machfud Arifin.
Kedatangan mantan Kapolda Jawa Timur ini mengundang perhatian pedagang lainnya. Mereka menghampiri Mahfud dan menyampaikan uneg-unegnya. "Mumpun ada Pak Machfud Calon Wali Kota Surabaya, kami minta diperhatikan nasib di Pasar Blauran ini. Kondisinya seperti ini pak, sumuk (gerah). Pembelinya juga sepi pak. Mohon pak pasarnya diperbaiki biar nggak sumuk dan pembelinya banyak," kata seorang bapak pedagang buku.
[irp]
Machfud Arifin yang didampingi Koordinator Relawan Machfud Arifin Arek Suroboyo (Remaas), Dokter David, sempat mampir sampai di kantor manajemen pasar di bawah naungan perusahaan daerah milik Pemkot Surabaya. "Saya minta tolong pak. Ini lampunya tolong dihidupi biar nggak gelap semua. Soalnya pasarnya sudah sepi, gelap tambah nggak ada orang beli pak," kata ibu yang memiliki dua stand di Pasar Blauran Baru.
Baca juga: Polrestabes Surabaya Mulai Serahkan 810 Kendaraan Curian Kepada Pemiliknya
Sementara Hj Rohmah, pedagang pakaian lainnya yang sudah turun-temurun berdagang di Pasar Blauran menambahkan, kondisi Pasar Blauran saat ini berbeda dengan 20 tahun lalu. "Bedanya jauh sama dulu. Kalau dulu itu ramai. Dari sana ramai, dari sana ramai," ujar Rohmah sambil menunjuk lorong pasar.
Setelah menyusuri lorong di lantai dua, Machfud Arifin melanjutkan perjalanan lagi menuju ke lantai bawah Pasar Blauran. Di lantai ini ada pusat jajanan seperti es dawet dan beragam macam kuliner lainnya. Namun ada beberapa stan yang tutup. Sepinya pengunjung juga dialami para pedagang Pasar Blauran baru di lantai satu.
Machfud Arifin mengungkapkan, kondisi Pasar Blauran cukup memprihatinkan. Banyak stan yang kosong di atas, sepi, panas, jorok, kotor. "Katanya sudah umur 37 tahun tidak pernah disentuh, diperbaiki, direvitalisasi sehingga para pembeli jarang atau malas datang di sini. Ada pilihan-pilihan lain apalagi di depan ada BG Junction," ujar Machfud Arifin.
[irp]
Dia berharap ke depan harus ada perubahan atau direvitalisasi. Pasar Blauran ini potensi dari sisi lokasi yang sangat bagus dan strategis. Jangan takut bersaing dengan depan (BG Junction). Caranya yaitu dengan keunggulan daripada di mana pasar itu, kekhasan pasar itu ada.
Jika terpilih jadi Wali Kota, kata Machfud Arifin, dia akan berusaha menghidupkan pasar dengan kondisi yang bersih, nyaman, ada hall dan ada sirkulasi udara yang sehat. Dengan demikian pedagang akan senang, pembelinya juga senang. Pembeli yang membawa anak-anak juga bisa menitipkan anak-anaknya di tempat bermain yang aman atau anaknya bisa mencari tempat yang nyaman di pasar. (hen)
Editor : Redaksi