Sukses Kontrol Sebaran Covid, Madiun Masuk Zona Hijau

klikjatim.com
Gubernur Jatim Khofifah saat memberikan penghargaan kepada Wali Kota Madiun, Maidi dalam sebuah acara tahun lalu.

KLIKJATIM.Com | Madiun - Setelah sempat masuk zona merah, Kota Madiun kini turun status menjadi daerah aman yakni hijau. Ini menjadi yang pertama di Jatim ada kota atau kabupaten yang berubah statusnya menjadi zona hijau karena berhasil mengendalikan penyebaran Covid-19.

[irp]

Baca juga: Gubernur Pimpin Tanam Perdana Tebu di Kediri, Jatim Perkuat Peran sebagai Penopang Swasembada Gula Nasional

Penurunan status menjadi zona hijau itu disampaikan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pusat atau Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Penurunan zona didasarkan atas kajian 15 indikator epidemiologis.

"Ini tentunya menjadi kabar baik bagi upaya kita dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19, khususnya di Kota Madiun," kata Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa.

Dikatakan, setelah Jawa Timur secara keseluruhan di 38 kabupaten/kota menjadi zona merah atau risiko tinggi penularan Covid-19, kini Kota Madiun menjadi daerah pertama yang berubah kembali menjadi zona hijau. Dengan kata lain, Kota Madiun bisa dikatakan sebagai daerah yang berhasil mengkontrol persebaran Covid-19.

“Alhamdulillah, ini pecah telor zona hijau di Jatim. Tentu kita bersyukur bahwa Kota Madiun menjadi daerah pertama di Jatim yang menjadi zona hijau. Semoga segera disusul dengan daerah lain di Jatim menjadi hijau,” kata Gubernur Khofifah.

[irp]

Terkait Kota Madiun menjadi zona hijau, Khofifah menjelaskan, bahwa memang berdasarkan data dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, tingkat kematian kasus Covid-19 di Kota Madiun nol atau CFR 0 persen.

“Pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Madiun selama 3 bulan tercatat hanya ada 7 orang. Testing melalui rapid test juga telah dilakukan secara massif yang dilanjutkan dengan pemeriksaan TCM. Selain itu, tren penambahan jumlah pasien positif Covid-19 sangat rendah, rata-rata hanya bertambah satu orang setiap 1-2 minggu,” tutur gubernur perempuan pertama Jawa Timur ini.

Baca juga: Khofifah: Inovasi Harus Menjadi Budaya dalam Ekosistem Pendidikan Jawa Timur

Tidak hanya zona hijau yang kini dimiliki Jawa Timur di Kota Madiun, namun dari kanal Bersatu Lawan Covid (BLC) yang diupdate hari ini oleh Gugus Tugas Pusat juga update sejumlah daerah zona oranye, zona kuning dan zona merah. Di mana zona merah berkurang dan zona oranye serta zona kuning Jatim bertambah.

Kini zona merah atau daerah berisiko tinggi penularan Covid-19 Jatim telah turun dari 12 daerah menjadi 7 daerah. Yaitu, Jombang, Sidoarjo, Surabaya, Situbondo, Kabupaten Pasuruan, Gresik dan Kabupaten Mojokerto

Sedangkan untuk zona oranye atau daerah dengan risiko sedang penularan Covid-19 yaitu Sampang, Pamekasan, Kabupaten Malang, Jember, Bangkalan dan Nganjuk.

Kemudian, Bojonegoro, Tulungagung, Banyuwangi, Magetan, Kota Malang, Kota Mojokerto, Kabupaten Kediri, Tuban dan Lamongan. Berikutnya untuk zona kuning atau daerah dengan risiko rendah penularan Covid-19 di Jatim meliputi Kabupaten Madiun, Kota Probolinggo, Bondowoso, Trenggalek, Kabupaten Blitar dan Kota Pasuruan. Juga ada Kabupaten Sumenep, Kabupaten Probolinggo, Ponorogo, Ngawi, Kota Kediri, Kota Blitar, Kota Batu, Pacitan, dan Lumajang.

Baca juga: Gubernur Khofifah Dorong Jadi Strategic Leader Yang Mampu Adaptif dan Tangguh Hadapi Tantangan Global

[irp]

Wali Kota Madiun H. Maidi menegaskan penetapan status zona hijau bukan berarti warga Kota Madiun bisa seenaknya sendiri. Justru dengan status tersebut, disiplin menjalankan protokol kesehatan untuk pencegahan Covid-19 harus lebih ditingkatkan. "Status zona hijau harus dipertahankan. Caranya, protokol kesehatan akan dijalankan lebih ketat. Bukan terus seenaknya sendiri," tegas Maidi.

Seiring dengan pemberlakuan new normal, kata Maidi, warga bisa lebih leluasa beraktivitas. Namun harus disertai dengan kedisplinan mematuhi anjuran pemerintah.  "Semua aktivitas sekarang sudah diperbolehkan supaya ekonomi bisa berjalan. Tetapi tetap harus disiplin dengan protokol kesehatan biar semua aman dan tidak ragu-ragu saat beraktivitas," jelas Maidi.

Untuk memastikan protokol kesehatan dijalankan, petugas gabungan dari Satpol PP dan TNI/Polri akan terus disiagakan. Terutama di tempat-tempat yang berpotensi keramaian. Selain itu sarana cuci tangan di area publik juga akan ditambah. "Warga yang datang dari luar daerah terutama zona merah tetap kita periksa dulu. Kalau meragukan harus dikarantina," kata Maidi. (hen)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru