KLIKJATIM.Com | Banyuwangi - Menghadapi era New Normal, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi bersiap melaksanakan pembukaan di sejumlah sektor, salahsatunya pariwisata. Kabupaten di ujung Timur Pulau Jawa ini melakukan simulasi di sektor pariwisata sembari menunggu komando pemerintah pusat.
[irp]
Baca juga: Bupati Ipuk : Peran Diaspora Penting Dalam Bangun Kabupaten Banyuwangi
Salahsatu upaya Pemkab Banyuwangi membuka destinasi wisata itu dengan simulasi penerapan kebiasaan baru (new normal) di destinasi wisata. Pemerintahan Bupati Abdullah Azwar Anas ini mengawali dengan menyalurkan bantuan sosial untuk warga terdampak pandemi COVID-19 yang biasanya dilakukan di kantor kecamatan dan kantor desa/kelurahan, kini mulai dilakukan di destinasi wisata.
"Jadi untuk simulasi, kita memulai pembagian bansos di destinasi. Seperti hari ini, pembagian bansos dari Pemprov Jatim, dari Gubernur Jatim Ibu Khofifah, kita lakukan di Agrowisata Tamansuruh untuk warga di Kecamatan Glagah sekitar sini. Sekaligus kita mengecek protokol kesehatan di destinasi jika nanti dibuka," ujar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.
Agrowisata Tamansuruh sendiri berdiri di atas lahan 10,5 hektar di kaki Gunung Ijen. Di konsep agro-tourism, destinasi ini menampilkan beragam pertanian Banyuwangi. Mulai padi hitam organik hingga beragam buah dan sayur organik. Lahan ini juga sebagai tempat edukasi pertanian.
[irp]
Selain memastikan protokol kesehatan berjalan baik, Banyuwangi juga mengajak BUMN terlibat mendukung pariwisata new normal. "Kami mengajak sejumlah pimpinan BUMN yang mempunyai bisnis dan kantor cabang di Banyuwangi untuk mengunjungi Agrowisata Taman Suruh (AWT) di Desa Tamansuruh, Kecamatan Glagah. Kunjungan itu menjalankan protokol kesehatan," kata Bupati Abdullah Azwar Anas.
Dikatakan, pihaknya memahami saat ini perekonomian sedang berat, tidak hanya dirasakan masyarakat, tapi juga BUMN. Namun Pemkab Banyuwangi melihat ada peluang yang sangat baik bagi BUMN untuk berkolaborasi dalam pariwisata di era new normal.
"Semakin cepat pemulihan ekonomi, tentu dampak positifnya juga ke BUMN. Misalnya, bank BUMN, pembiayaan bisa kembali mengucur," imbuh Bupati Banyuwangi.
Agrowisata Tamansuruh berada di tengah lahan 10,5 hektar dengan pemandangan yang indah dan hawa sejuk di kaki Gunung Ijen. Dikonsep agro-tourism, destinasi itu menampilkan beragam pertanian Banyuwangi, mulai padi hitam organik hingga beragam buah dan sayur organik. Lahan ini juga sebagai tempat edukasi pertanian.
[irp]
Baca juga: LPG Melon Langka di Banyuwangi, Pengecekan Kehabisan Stok
Pemandangannya juga indah, komplit mulai pegunungan, sawah, hingga Selat Bali yang bisa dilihat dari ketinggian. Udaranya pun sejuk berlimpah oksigen. "Menyambut pariwisata new normal, selain menerapkan protokol kesehatan yang ketat, kami mengonsep Agrowisata Tamansuruh ini sebagai destinasi wisata terbatas dengan konsep healthy living. Sangat pas hawa dan suasananya," urai Anas.
Dalam kesempatan itu juga dipraktikkan protokol kesehatan ketat di destinasi wisata. Petugas melakukan pengecekan suhu tubuh kepada setiap pengunjung, menyemprotkan hand sanitizer, dan mempersilakan mencuci tangan sebelum memasuki area destinasi. Petugasnya pun tertib menggunakan alat perlindungan diri, seperti masker, face shield, dan sarung tangan.
"Jumlah pengunjung akan dibatasi. Saat ini sedang disiapkan aplikasi pembelian tiket online, agar bisa mengontrol kuota pengunjung. Apabila kuotanya sudah penuh, otomatis tidak bisa lagi membeli tiket masuk," pungkas Anas. (hen)
Editor : Abdus Syukur