Komplotan Jambret Surabaya Diringkus Polisi

klikjatim.com
Anggota komplotan jambret perempuan yang digurulung Unit Jatanras Polrestabes Surabaya.

KLIKJATIM.Com | Surabaya - Empat pelaku jambret yang menjadi satu komplotan berhasil digulung Satreskrim Polrestabes Surabaya. Beberapa pelaku terpaksa dilumpuhkan dengan tembakan timah panas karena berusaha kabur saat hendak ditangkap.

[irp]

Baca juga: Pria Asal Madiun Diduga Bunuh Diri Lompat dari Lantai 20 Hotel di Surabaya

Kanit Jatanras Iptu Aries Ryzki menjelaskan bahwa keempat pelaku jambret ini sangat meresahkan warga. Mereka mengincar korban perempuan yang teledor mencangklongkan tas di pundak. Tak perduli korban jatuh tersungkur, terlindas kendaraan atau bahkan terjungkal.

“Begini ciri pelaku jambret yang meresahkan warga. Empat orang tersangka 365 ini inisialnya AL, AM, HS dan B, keempat pelaku melakukan tindakan jambret. Khususnya pada masa PSBB melakukan jambret setiap hari. Berbagai macam tas menjadi barang bukti dan sepeda motor pelaku sebagai sarana jambret,” Kanit Jatanras Iptu Aries Ryzki.

Ditambahkan, komplotan tersebut terdiri lima pelaku yang semuanya adalah residivis. Dua diantaranya baru keluar melalui program asimilasi bulan Maret lalu.

Baca juga: Gubernur dan Forkopimda Jatim Bersama Ribuan Buruh Peringati May Day 2026

Menurut Iptu Aries, komplotan jambret tersebut merupakan jaringan lama yang bekerja secara kelompok saat beraksi. Tak hanya wilayah Surabaya, para pelaku juga melakukan kejahatan di Wilayah Hukum Polres Pelabuhan Tanjung Perak dan Polresta Sidoarjo. Tidak menutup kemungkinan juga wilayah Malang.

[irp]

“Ada satu lagi masih DPO. Jaringan lama yang tak kapok melakukan jambret di Surabaya, Perak, Sidoarjo juga jadi wilayah sasarannya. Masih dalam pengembangan untuk TKP lainnya,” tandasnya.

Baca juga: Rayakan May Day di Kantor Gubernur, Khofifah-Emil Guyur Ribuan Buruh Jatim dengan "Kado" Kebijakan Strategis

Tak hanya residivis dan spesialis perampuan, kelima pelaku yang satu lagi masih DPO ini juga sudah diincar Unit Jatanras sejak lama. Bahkan saat pengamanan, terdapat lebih dari 5 tas, identitas korban maupun barang bukti hasil jambret lainnya.

“Sejauh ini pengakuan melakukan aksi jambret sebanyak 31 kali. Tapi masih kita kembangkan berapa sajakah total dan beraksi di wilayah mana saja,” pungkasnya. (hen)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru