KLIKJATIM.Com | Lamongan – Lautan warga memadati kawasan Alun-Alun Desa Drajat, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, Minggu (01/11/2026) sore.
Kehadiran ratusan masyarakat pesisir tersebut tak lain untuk menyambut gelaran Pasar Murah ke-220 Tahun 2026 yang dihadiri langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
Baca juga: Batas Akhir Pendaftaran MagangHub Batch 3 Kemnaker Hingga 4 November 2026, Segera Daftar!
Warga memanfaatkan momentum tersebut untuk memborong beragam komoditas kebutuhan pokok yang dijual dengan harga jauh lebih murah dibanding harga pasaran.
Gubernur Khofifah menjelaskan, penyelenggaraan Pasar Murah memiliki empat fungsi strategis yang saling berkaitan, yaitu menjaga stabilitas harga bahan pokok, merawat daya beli masyarakat, mendekatkan akses kebutuhan pokok, serta memberdayakan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan pelaku usaha lokal.
Menurut Khofifah, penetapan harga bahan pokok di bawah HET (Harga Eceran Tertinggi) merupakan bentuk intervensi konkret pemerintah provinsi untuk membantu masyarakat menghadapi potensi gejolak fluktuasi harga sekaligus memperkuat strategi pengendalian inflasi daerah.
"Tujuan pertama dan utama dari Pasar Murah ini adalah untuk melakukan stabilisasi harga berbagai komoditas bahan pokok yang saat ini mulai merangkak naik di pasaran," ujar Gubernur Khofifah di sela-sela peninjauan stand.
Gubernur perempuan pertama di Jatim itu menambahkan bahwa fungsi kedua adalah menjaga daya beli masyarakat agar tetap terjaga.
Fungsi ketiga diwujudkan dengan mendekatkan keterjangkauan akses bahan pokok langsung ke pemukiman warga. Sedangkan fungsi keempat yakni memberikan panggung bagi pelaku UMKM lokal untuk memasarkan produknya.
Baca juga: Hotel Santika Gresik Hadirkan Tiga Menu Spesial November 2026, Ada Kecak Buntut hingga Pumpkin Pie
"Melalui Pasar Murah, kita tidak hanya menghadirkan bahan pokok dengan harga terjangkau, tetapi juga memberikan ruang bagi pelaku UMKM dan usaha lokal untuk tumbuh. Jika langkah ini konsisten dilakukan, bukan tidak mungkin akan membentuk ekosistem ekonomi yang kuat di tengah masyarakat," tambahnya.
Dalam ajang Pasar Murah ke-220 ini, komoditas pangan yang disalurkan meliputi beras SPHP seharga Rp 11.000 per kilogram, beras premium Rp 14.000 per kilogram, gula pasir Rp 14.000 per kilogram, serta minyak goreng Rp 13.000 per liter.
Selain itu, cabai merah besar dan cabai rawit merah dilepas Rp 5.000 per paket (200 gram) atau setara Rp 25.000 per kilogram. Telur ayam ras dijual Rp 20.000 per kemasan, bawang merah dan bawang putih Rp 6.000 per 250 gram, tepung terigu Rp 10.000 per kilogram, serta daging ayam ras Rp 32.000 per kemasan.
Di sela kegiatan, Gubernur Khofifah turut menyapa ribuan warga, menyisir stan-stan komoditas, hingga menyerahkan bantuan paket beras dan telur secara gratis kepada lansia serta anak-anak yang hadir di lokasi.
Baca juga: Berangkat dengan Semangat, Kontingen POPDA XV Lamongan Siap Borong Juara di Jawa Timur
Keseruan acara makin pecah dengan adanya pembagian 10 paket hadiah (doorprize) dalam rangka menyemarakkan Peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur.
Salah satu warga yang beruntung menerima doorprize adalah Eri, warga Kecamatan Paciran. Kedatangannya ke Alun-Alun Drajat untuk berbelanja kebutuhan dapur bersama sang istri berbuah manis usai nomor undiannya terpilih membawa pulang hadiah utama berupa kompor gas.
"Sama sekali tidak menyangka bisa dapat hadiah kompor gas. Keberadaan Pasar Murah ini sangat membantu kami karena harga sembakonya jauh lebih murah dari pasar. Harapan kami kegiatan seperti ini sering diadakan di Paciran," ungkap Eri sumringah.
Melalui program terpadu dan berkelanjutan ini, Pemprov Jatim berkomitmen untuk terus mengawal keterjangkauan pasokan pangan masyarakat hingga ke pelosok daerah.
Editor : Fatih