MANOKWARI |KLIKJATIM.Com - Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kawasan Transmigrasi Prafi, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, mulai memperluas jangkauan pemasaran melalui Google Maps.
Tim Ekspedisi Patriot 18 Universitas Airlangga (UNAIR) mendampingi mereka membuat dan mengoptimalkan Google Business Profile atau Google Bisnis agar lokasi usaha dan produk lokal lebih mudah ditemukan calon pembeli.
Baca juga: Permudah Pencatatan Keuangan, QRIS BRI Sampang Dukung Pelaku Usaha Manfaatkan Teknologi Digital
Pendampingan tersebut merupakan kelanjutan dari pelatihan literasi digital dan keamanan transaksi online yang digelar pada 31 Oktober 2026 di Manokwari Anggur (Kebun Anggur), SP 4, Kampung Udapi Hilir.
Kali ini, tim berfokus pada pemanfaatan Search Engine Optimization (SEO) lokal untuk meningkatkan visibilitas usaha di mesin pencari Google dan Google Maps.
Melalui profil bisnis digital, pelaku UMKM berpeluang menjangkau konsumen di luar lingkungan tempat usaha mereka.
Tim Ekspedisi Patriot 18 UNAIR dipimpin Dr. Fatin Fadhilah Hasib, SE., M.Si., dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNAIR.
Ia berkolaborasi dengan lima anggota, yakni Haidar Afifudin Fawwaz, Titin Nurazizah, Muhammad Fikri Alfiansyah, Abdusyahid Naufal Fathullah, dan Anysa Puji Rahayu.
Tim tersebut terdiri dari tiga alumni UNAIR, satu alumni Universitas Gadjah Mada, dan satu alumni Universitas Muria Kudus.
Fatin mengatakan, potensi produk UMKM Prafi cukup besar. Namun, keterbatasan informasi mengenai lokasi dan profil usaha masih menjadi kendala bagi calon konsumen yang ingin menemukan produk lokal.
“Kami melihat potensi produk UMKM di Kawasan Transmigrasi Prafi sangat luar biasa. Namun, tantangan terbesarnya adalah keterjangkauan informasi. Melalui pendampingan Google Bisnis ini, kami ingin memastikan usaha Bapak dan Ibu sekalian memiliki alamat digital yang jelas, tepercaya, dan mudah ditemukan siapa saja di Google Maps hanya lewat genggaman HP,” ujar Fatin.
Dalam pendampingan tersebut, pelaku usaha dibimbing membuat profil bisnis dengan mendaftarkan nama usaha, mengunggah foto tempat dan produk, menentukan titik lokasi secara akurat pada peta digital, serta melengkapi informasi kontak dan jam operasional.
Baca juga: Yayasan Amway Peduli Gandeng PMI dan Unair Tingkatkan Kesadaran Kesehatan
Kelengkapan informasi itu membantu calon pembeli mengetahui keberadaan usaha sekaligus menghubungi penjual sebelum melakukan transaksi.
Konsumen dari Kota Manokwari dan wilayah sekitarnya juga berpeluang menemukan produk UMKM Prafi melalui pencarian Google.
Manfaat pendampingan mulai dirasakan pelaku usaha. Salah seorang perwakilan UMKM Prafi mengaku selama ini pemasaran masih mengandalkan pembeli yang melintas atau pelanggan dari lingkungan sekitar.
“Sebelumnya kami hanya jualan mengandalkan pembeli yang lewat atau langganan sekitar kampung saja. Lewat pelatihan dari Tim Ekspedisi Patriot 18 UNAIR ini, tempat usaha dan produk kami sekarang sudah ada di Google Maps dan internet. Harapannya pembeli dari Manokwari atau daerah lain bisa langsung hubungi kami dan datang ke lokasi,” ungkapnya.
Pendampingan Google Bisnis tersebut juga mendukung sejumlah target Sustainable Development Goals (SDGs). Pada tujuan ke-8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, pemanfaatan platform digital diharapkan membuka akses pasar lebih luas, meningkatkan peluang transaksi, serta memperkuat pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Baca juga: Dorong UMKM Melek Digital, Bupati Lamongan Ajak Pelaku Usaha Manfaatkan E-Commerce
Program ini turut mendukung SDGs tujuan ke-9 melalui penerapan teknologi dan SEO lokal untuk memodernisasi pemasaran UMKM.
Sementara tujuan ke-10 diwujudkan dengan memperkecil kesenjangan akses informasi dan pasar antara pelaku usaha di kawasan pedesaan atau transmigrasi dengan pelaku usaha di perkotaan.
Adapun SDGs tujuan ke-17 tercermin melalui kolaborasi perguruan tinggi bersama masyarakat dan pelaku usaha lokal dalam mempercepat transformasi digital di Kawasan Transmigrasi Prafi.
Melalui pendampingan tersebut, Tim Ekspedisi Patriot 18 UNAIR berharap UMKM Prafi tidak lagi hanya mengandalkan lapak fisik dan pelanggan di sekitar tempat usaha.
Kehadiran profil bisnis di Google diharapkan menjadi pintu masuk bagi produk lokal untuk dikenal lebih luas dan memiliki daya saing di pasar digital.
Editor : Wahyudi