KLIKJATIM.Com | Gresik – Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Gresik memperkuat pemberdayaan desa dan perlindungan sosial melalui kolaborasi lintas sektor. Komitmen tersebut ditandai dengan penyerahan penghargaan Desa Sahabat, deklarasi Ruang Bersama Indonesia, serta penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari puncak peringatan Hari Santri Nasional 2026 yang digelar di Gedung Nasional Indonesia (GNI) Gresik, Sabtu (24/10). Acara mengusung tema “Menguatkan Akar Tradisi, Menjaga Keutuhan Negeri”.
Baca juga: Launching Logo Tandai Dimulainya Rangkaian Konfercab ke-21 PCNU Gresik
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengapresiasi kiprah Fatayat NU yang dinilai konsisten berkontribusi dalam pelayanan masyarakat. Ia berharap seluruh kader Nahdlatul Ulama (NU) terus menjaga semangat pengabdian dengan niat tulus dan ikhlas.
“Di momen peringatan Hari Santri ini, mudah-mudahan kita semua selalu diberi kesehatan dan terus berkhidmat. Semoga niat kita menjadi kader NU, baik Fatayat, Ansor, Muslimat, IPNU, IPPNU, dan lainnya, senantiasa tulus dan ikhlas dalam membantu sesama,” ujar Bupati Yani.
Menurutnya, dukungan pemerintah desa menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong kemandirian kader Fatayat NU hingga tingkat ranting. Meski menghadapi keterbatasan anggaran, pemerintah desa dinilai tetap memberikan ruang bagi kader perempuan untuk berkarya dan terlibat dalam pembangunan.
“Di tengah kesibukan dan keterbatasan anggaran desa, pemerintah desa tetap memberikan ruang yang luar biasa bagi kemandirian Fatayat NU hingga tingkat ranting. Ini bukan hal yang mudah. Ketika Fatayat di desa diberi ruang, kesempatan berkarya, dan bisa bersinergi dengan pemerintah desa, menurut saya ini luar biasa,” ungkapnya.
Bupati Yani juga mengapresiasi keterlibatan kader Fatayat NU dalam mendukung program perlindungan sosial di Kabupaten Gresik. Menurutnya, banyak kader yang bersedia menjadi relawan untuk membantu masyarakat tanpa mengharapkan imbalan.
“Kami mengucapkan terima kasih setinggi-tingginya kepada PC Fatayat NU Gresik, PAC se-Kabupaten Gresik, dan seluruh keluarga besar Fatayat atas gerak cepatnya dalam mendukung perlindungan sosial. Hari ini, hampir rata-rata kader Fatayat telah menjadi relawan perlindungan sosial. Ini merupakan bentuk pengabdian sukarela yang tidak digaji,” tuturnya.
Selain perlindungan sosial, penguatan kemandirian ekonomi masyarakat juga menjadi perhatian. Salah satunya melalui dukungan sektor pertanian berupa bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) dari Kementerian Pertanian RI yang diserahkan kepada Fatayat NU Gresik.
Bantuan tersebut selanjutnya dikelola oleh Desa Mojopuro, Kecamatan Balongpanggang, untuk mendukung kegiatan pertanian. Bupati Yani berpesan agar bantuan itu dirawat dengan baik sehingga dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
“Bantuan alsintan ini merupakan keputusan yang telah diambil melalui Menteri Pertanian. Tolong dijaga dan dirawat, semoga bisa memberikan manfaat,” pesannya.
Baca juga: Setahun Bengkel Kapal Tutup, Nelayan Bawean Kini Bisa Kembali Servis Mesin
Sementara itu, Ketua Tanfidziyah PCNU Gresik KH Mulyadi menegaskan bahwa kemandirian merupakan salah satu prinsip utama dalam organisasi NU. Menurutnya, semangat tersebut harus diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari keagamaan hingga kebangsaan.
“Di NU ini ada beberapa prinsip. Prinsip pertama adalah kemandirian,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kemandirian dalam NU mencakup empat aspek, yakni kemandirian akidah, jamaah, ekonomi, dan kebangsaan.
Semangat tersebut juga diwujudkan melalui program penghargaan Desa Sahabat PC Fatayat NU Gresik. Program ini menjadi bentuk apresiasi kepada desa yang mendukung penguatan kaderisasi dan kelembagaan Fatayat NU di tingkat ranting.
Penilaian Desa Sahabat mencakup lima pilar utama, yaitu kaderisasi, penguatan kelembagaan, advokasi, data dan informasi, serta kajian dan digitalisasi pengetahuan desa.
Baca juga: Gandeng BCA, Queen Residence Hadirkan Hunian Rp 300 Jutaan lewat Promo KPR Sejahtera
Dalam ajang tersebut, enam pimpinan ranting berhasil meraih penghargaan. Pimpinan Ranting Banyutengah menempati juara pertama, disusul Pimpinan Ranting Bungah sebagai juara kedua dan Pimpinan Ranting Tanggulangin di posisi ketiga.
Sementara itu, Pimpinan Ranting Lowayu meraih harapan pertama, Pimpinan Ranting Cerme Kidul memperoleh harapan kedua, dan Pimpinan Ranting Peganden menempati harapan ketiga.
Rangkaian kegiatan juga diisi deklarasi Ruang Bersama Indonesia yang digelar PC Fatayat NU Gresik bersama Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBPPPA) Kabupaten Gresik.
Selain itu, Fatayat NU Gresik memperkuat kerja sama lintas sektor melalui penandatanganan MoU dengan Dinas Tenaga Kerja serta Dinas Pertanian Kabupaten Gresik.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Fatayat NU Gresik diharapkan semakin memperkuat peran kader perempuan dalam pemberdayaan desa, perlindungan sosial, dan pengembangan ekonomi masyarakat. Sinergi dengan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan juga diharapkan mampu memperluas kontribusi organisasi dalam pembangunan daerah tanpa meninggalkan nilai-nilai tradisi dan kebangsaan.
Editor : Abdul Aziz Qomar