KLIKJATIM.Com | Lamongan – Akselerasi pembangunan infrastruktur perdesaan di Kabupaten Lamongan terus dimaksimalkan. Pada tahun 2026, sebanyak lima ruas jalan dibangun melalui program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) guna memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus mendukung realisasi program prioritas Jalan Mantap dan Alus Lamongan (Jamula).
Guna memastikan pengerjaan fisik berjalan tepat sasaran dan berkualitas, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mendampingi Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Golkar, Ali Mufthi, meninjau langsung progres proyek PISEW di ruas Sumberagung–Sedayulawas, Kecamatan Brondong, Rabu (14/10/2026).
Bupati yang akrab disapa Pak Yes ini menegaskan bahwa peninjauan lapangan dilakukan untuk menjamin manfaat infrastruktur benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat perdesaan.
"Peninjauan ini untuk memastikan program berjalan tepat sasaran dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. PISEW juga menjadi bagian dari upaya kita memperkuat infrastruktur perdesaan di Lamongan, sekaligus mendukung percepatan realisasi program prioritas Jamula," tutur Pak Yes.
Pembangunan lima ruas jalan PISEW 2026 tersebar di sejumlah kawasan strategis pertanian dan pemukiman warga di Kabupaten Lamongan, meliputi:
1. Ruas Sumberagung–Sedayulawas (Kecamatan Brondong): Direncanakan sepanjang 2,47 kilometer dan saat ini telah mencapai progres pengerjaan 55 persen.
2. Kecamatan Kedungpring:
Baca juga: Proyek TPST Dadapan Lamongan Bisa Serap Puluhan Tenaga Kerja Lokal
- Ruas Sidomlangean–Nglebur: Pembangunan jalan sepanjang 360 meter di Desa Sidomlangean dan 180 meter di Desa Nglebur.
- Ruas Kedungbanjar–Kedungdadi: Pembangunan sepanjang 271 meter di Desa Kedungbanjar dan 150 meter di Desa Kedungdadi.
3. Ruas Pucangtelu–Pucangro (Kecamatan Kalitengah): Pembangunan jalan sepanjang 398,3 meter.
4. Ruas Sembung–Bangle (Kecamatan Sukorame): Pembangunan jalan sepanjang 455 meter.
Anggota Komisi V DPR RI, Ali Mufthi, menyampaikan bahwa keberadaan jalan perdesaan yang mantap memegang peranan vital dalam mendorong urat nadi perekonomian warga, khususnya konektivitas pengangkutan hasil panen.
"Pembangunan infrastruktur seperti ini sangat penting untuk mendukung kegiatan ekonomi masyarakat. Bagi Lamongan sebagai salah satu penopang lumbung pangan nasional, akses jalan yang mulus akan memperlancar mobilitas petani dan distribusi hasil pertanian," ungkap Ali Mufthi.
Baca juga: Polres Lamongan Gelar Razia Narkoba di Tempat Karaoke dan Hiburan Malam
Selain peninjauan jaringan jalan, rombongan juga mengevaluasi pelaksanaan program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) Kabupaten Lamongan Tahun Anggaran 2026.
Berdasarkan data per 13 Oktober 2026, program PAMSIMAS tengah berjalan di empat desa dengan target keseluruhan 276 Sambungan Rumah (SR):
- Desa Datinawong (Kec. Babat): Target 76 SR (Progres 39%)
- Desa Pesanggrahan (Kec. Laren): Target 65 SR (Progres 31%)
- Desa Tejoasri (Kec. Laren): Target 70 SR (Progres 28,50%)
- Desa Sumberwudi (Kec. Karanggeneng): Target 65 SR (Progres 21,04%)
Sinergi antara pembangunan jaringan jalan perdesaan dan penyediaan akses air bersih ini menegaskan komitmen Pemkab Lamongan dalam mengintegrasikan pemerataan infrastruktur fisik dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat
Editor : Fatih