KLIKJATIM.Com | Gresik – Bantuan senilai sekitar Rp2,79 miliar disalurkan kepada masyarakat Kabupaten Gresik melalui kolaborasi Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Gresik, Baznas Provinsi Jawa Timur, dan Baznas Republik Indonesia.
Penyaluran bantuan tersebut berlangsung di Ruang Mandala Bhakti Praja, Lantai IV Kantor Bupati Gresik, Kamis (8/10/2026). Program yang diberikan mencakup bidang pendidikan, sosial, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Baca juga: Cegah Stigma dan Salah Informasi, Gresik Perkuat Peran Warga Peduli AIDS di 16 Kecamatan
Dari Baznas Kabupaten Gresik, bantuan pendidikan diberikan kepada 996 siswa dan mahasiswa. Rinciannya, beasiswa SD/MI untuk 560 siswa, SMP/MTs sebanyak 200 siswa, SMA/SMK/MA sebanyak 75 siswa, mahasiswa internal 77 orang, serta mahasiswa eksternal 84 orang.
Selain beasiswa, Baznas Gresik juga memberikan bantuan kursi roda untuk satu penerima, Program Z-Tea berupa rombong, modal, dan peralatan usaha untuk dua penerima, serta subsidi listrik bagi 50 veteran.
Total bantuan yang disalurkan Baznas Kabupaten Gresik mencapai Rp673 juta.
Sementara itu, Baznas Provinsi Jawa Timur memberikan Beasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) kepada enam mahasiswa Gresik senilai Rp10,2 juta. Bantuan lainnya berupa perbaikan lima rumah senilai Rp100 juta, enam rombong dorong senilai Rp21 juta, serta bantuan air bersih Rp7,2 juta.
Total bantuan dari Baznas Jawa Timur mencapai Rp138,4 juta.
Adapun Baznas RI menyalurkan bantuan melalui sejumlah program pemberdayaan. Program Z-Mart diberikan kepada 50 pemilik toko kelontong dengan nilai total Rp400 juta.
Kemudian Program Z-Auto untuk tiga bengkel senilai Rp60 juta, Balai Ternak Baznas bagi 20 penerima senilai Rp518,194 juta, serta Program Baznas Microfinance Desa (BMD) sebesar Rp1 miliar.
Total bantuan dari Baznas RI mencapai Rp1,978 miliar.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk sinergi antara pemerintah daerah dan Baznas dalam membantu masyarakat, terutama di sektor pendidikan dan pemberdayaan ekonomi.
Ia berharap bantuan pendidikan melalui Program Gresik Cerdas dapat membantu anak-anak Gresik melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi tanpa terkendala kondisi ekonomi keluarga.
“Kami berharap tidak ada lagi anak Gresik yang tidak dapat bersekolah atau kuliah karena terkendala kondisi ekonomi keluarga,” kata Yani.
Baca juga: Dua Residivis Curanmor Dibekuk di Gresik, Polisi Kembalikan Empat Motor ke Korban
Menurutnya, dukungan juga diberikan melalui program pemberdayaan agar masyarakat tidak hanya menerima bantuan, tetapi memiliki peluang untuk meningkatkan kemandirian ekonomi.
Salah satunya melalui Program Z-Tea yang memberikan rombong, modal, dan peralatan usaha kepada penyandang disabilitas.
“Kami terus mendorong inovasi untuk hadir di tengah masyarakat. Ini menjadi inovasi terbaru dan semoga ke depan ada peningkatan,” ujarnya.
Yani juga menyampaikan apresiasi kepada Baznas serta para aparatur sipil negara (ASN) yang telah berkontribusi melalui zakat. Ia berharap sinergi tersebut dapat terus diperkuat sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya.
Ketua Baznas Provinsi Jawa Timur Muhammad Ghofirin mengatakan, kolaborasi antara Baznas dan pemerintah daerah perlu terus ditingkatkan agar program zakat dapat memberikan manfaat yang lebih luas.
“Semoga sinergi antara Baznas, Pemkab Gresik, dan Provinsi semakin baik,” ujarnya.
Baca juga: Listrik PLN 24 Jam Masuk Desa Patialo, Anak-anak Tak Lagi Belajar dengan Lampu Teplok
Sementara itu, Pimpinan Baznas RI Bidang Riset, Perencanaan dan Inovasi, H. Syarifudin, mengatakan pihaknya akan menyiapkan sejumlah program baru pada 2027.
Program tersebut akan diarahkan agar semakin selaras dengan kebutuhan masyarakat dan program prioritas pemerintah daerah.
Menurutnya, keberhasilan pengelolaan zakat tidak cukup hanya diukur dari besarnya dana yang dihimpun maupun disalurkan. Dampak terhadap peningkatan kesejahteraan penerima juga menjadi ukuran penting.
“Bukan sekadar banyaknya dana masuk dan didistribusikan, tetapi dampaknya baik, seperti meningkatkan kesejahteraan,” katanya.
Ia menambahkan, penyaluran zakat tetap dilakukan dengan memperhatikan ketentuan syariah serta regulasi yang berlaku.
Pemkab Gresik berharap kerja sama dengan Baznas Kabupaten Gresik, Baznas Jawa Timur, dan Baznas RI terus berlanjut sehingga program bantuan tidak hanya menjangkau kebutuhan pendidikan, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.
Editor : Abdul Aziz Qomar