KLIKJATIM.Com | Surabaya — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak sekadar memosisikan Pancasila sebagai hafalan, melainkan menjadikannya pedoman hidup yang diwujudkan secara nyata dalam keseharian, tata kelola pemerintahan, hingga kerja bersama membangun bangsa.
Pesan tersebut disampaikan Gubernur Khofifah seusai memimpin Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026 yang mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur” di Halaman Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis (1/10/2026).
Baca juga: Pemkab Jember Benahi Sarana 258 Sekolah, Akademisi Tekankan Pentingnya Imbangan Kualitas SDM
Dalam sambutannya, Khofifah menekankan bahwa persatuan berlandaskan nilai-nilai Pancasila merupakan fondasi utama bangsa Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan global sekaligus memastikan hasil pembangunan dapat dirasakan secara adil oleh seluruh lapisan masyarakat.
“Pancasila mempersatukan kita dalam keberagaman. Persatuan itu harus menjadi kekuatan untuk bekerja bersama, menghadirkan keadilan, dan memperluas kesejahteraan. Dari Jawa Timur, mari kita terus berkontribusi untuk Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur,” ujar Gubernur Khofifah.
Menanggapi tema peringatan tahun ini, Khofifah menggarisbawahi pentingnya mendahulukan kepentingan bersama di atas perbedaan latar belakang, agama, budaya, maupun pandangan politik. Menurutnya, persatuan yang sejati harus melahirkan kepercayaan publik, budaya gotong royong, serta solusi atas berbagai persoalan sosial.
“Merawat persatuan dimulai dari cara kita memperlakukan sesama. Menghormati perbedaan, mendengarkan pendapat, membantu yang membutuhkan, dan menyelesaikan persoalan melalui musyawarah adalah bentuk pengamalan Pancasila yang dekat dengan kehidupan kita,” tuturnya.
Ia menambahkan, kedaulatan bangsa tidak hanya diukur dari aspek politik dan pertahanan, melainkan dari kemandirian ekonomi, kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), serta penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat harus terus berkolaborasi menciptakan nilai tambah ekonomi serta memperluas akses pendidikan dan kesehatan yang inklusif.
Baca juga: Wagub Emil Paparkan Ketangguhan Bencana Berbasis Karakter Wilayah Jawa Timur di Forum Internasional
“Indonesia yang berdaulat membutuhkan masyarakat yang memiliki kemampuan untuk maju. Kemandirian harus dibangun melalui pendidikan, ilmu pengetahuan, keterampilan, dan ekonomi yang kuat,” tambahnya.
Khofifah secara khusus mengingatkan seluruh aparatur pemerintah di lingkungan Pemprov Jatim agar mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila melalui pelayanan publik yang transparan, responsif, adil, dan berintegritas.
“Bagi aparatur pemerintah, pengamalan Pancasila harus terlihat dalam pelayanan. Layani masyarakat dengan hormat, dengarkan kebutuhannya, dan hadirkan solusi. Setiap warga berhak mendapatkan pelayanan yang baik dan berkeadilan,” tegas Khofifah.
Baca juga: Jatim Borong Empat Penghargaan Perpusnas, Cerita Aji Saka dan Babad Besuki Jadi IKON 2026
Selain pelayanan publik, Khofifah turut menyoroti pentingnya menjaga etika di ruang digital. Ia mengimbau masyarakat agar memanfaatkan teknologi secara bijak, tidak mudah menyebarkan berita yang belum terverifikasi, serta menjadikan media sosial sebagai sarana memperkuat solidaritas bangsa.
Kepada generasi muda, Gubernur Jatim berpesan agar tidak melihat pengamalan Pancasila sebatas agenda seremonial, melainkan menerapkannya lewat integritas, semangat belajar, kejujuran, dan kepedulian sosial.
"Semoga semangat pengabdian para pahlawan terus menguatkan langkah kita. Mari menjaga persatuan, memperkokoh gotong royong, dan menghadirkan manfaat bagi sesama. Dengan berpegang pada Pancasila, kita bersama-sama membangun Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur," tutupnya.
Editor : Fatih