Pemain Persebaya Diizinkan Buka Usaha Sampingan

klikjatim.com
Oktafianus Fernando menekuni usaha sambal kemasan selama pandemi covid

KLIKJATIM.Com | Surabaya - Pemotongan honor pemain sepak bola profesional Liga 1 berimbas pada turunnya pendapatan. Nilai kontrak mereka harus terpotong hingga 75 persen sesuai acuan yang dikeluarkan PSSI. Kondisi ini juga dialami oleh seisi tim Persebaya Surabaya.

[irp]

Baca juga: Korban Meninggal Kecelakaan Perempuan Mabuk Terima Santunan Rp 267 Juta dari BPJS Ketenagakerjaan

Untuk menopang pendapatan tersebut, sejumlah pemain Persebaya Surabaya membuka usaha sampingan. Koko Ari berjualan salad buah, Supriadi jualan nasi padang, Rendi Irwan jualan stup roti.

Pelatih Persebaya Aji Santoso menyebut telah mengetahui kegiatan sampingan anak asuhnya. Dia tidak melarang karena dilakukan saat aktivitas tim terhenti. "Selama Persebaya belum melakukan latihan untuk menghadapi kompetisi, tidak masalah (buka usaha sampingan)," kata Aji Santoso seperti dikutip Tribunnews.com.

Baca juga: Selidiki Penyebab Kebakaran KM Mutiara Sentosa 2, Polda Jatim Periksa 22 Saksi

[irp]

Namun, beda cerita bila kompetisi kembali berlanjut. Mantan pelatih PSIM Yogyakarta itu mengingatkan Koko Ari dkk tidak melupakan kewajiban utama mereka. Artinya pemain boleh saja menjalankan usaha sampingan. Akan tetapi, bila kompetisi Liga 1 2020 kembali berputar, mereka harus fokus untuk kemajuan klub.

Baca juga: Pemusnahan Rokok Ilegal 43 Juta Batang Rokok Ilegal, Pemkot Surabaya Perluas Pengawasan ke 31 Kecamatan

"Kalau sudah mulai latihan, pasti mereka saya larang untuk buka usaha. Secara langsung karena itu bisa mengganggu konsentrasi pemain itu sendiri," jelasnya.

Meski belum ada titik terang kapan kompetisi bisa kembali berlanjut, Persebaya tetap menghimbau pemainnya untuk melakukan latihan secara mandiri dari rumah masing-masing. (hen)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru