Pemkab Bojonegoro Imbau ASN Konsumsi Produk Lokal Melalui GASPOL

Reporter : Rozy
Peluncuran produk lokal yang diawali beras lokal Rajekwesi melalui Gerakan ASN Pelopor Pangan (GASPOL).

KLIKJATIM.Com | Bojonegoro  -Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro meminta seluruh Aparatur Sipil Negera (ASN) di lingkup setempat mengkonsumsi produk lokal yang diawali beras lokal Rajekwesi melalui Gerakan ASN Pelopor Pangan (GASPOL).

"GASPOL ini berfokus pada pemanfaatan produk lokal seperti beras premium produksi lokal hasil kerja sama dengan Perumda Bojonegoro Pangan Mandiri," kata Bupati Bojonegoro Setyo Wahono di Bojonegoro, Jawa Timur, Rabu.

Baca juga: Pemkab Bojonegoro Imbau ASN Konsumsi Produk Lokal Melalui GASPOL

Wahono menjelaskan gerakan ini bukan sekadar urusan jual beli beras saja melainkan juga misi besar untuk membangun kemandirian pangan yang dimulai dari lingkungan pemerintah sendiri sehingga diperlukan komitmen bersama seluruh ASN sebagai contoh pertama mencintai produk lokal Bojonegoro dengan membeli produk beras tersebut.

Pada tahap awal, ia meminta seluruh ASN dan PPPK untuk mengonsumsi beras lokal ini mulai September mendatang dengan target minimal 15 kilogram setiap bulan.

"Gerakan ini sebagai upaya memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan daerah karena sebagai kabupaten penghasil padi terbesar kedua di Jawa Timur dan sudah saatnya Bojonegoro berdaulat atas hasil buminya sendiri," katanya.

Baca juga: Bupati Hadiri Rapat Paripurna Dengarkan Pidato Kenegaraan, DPRD Serukan Semangat Persatuan

Menurut dia, selama ini hasil panen gabah Bojonegoro seringkali dikirim ke luar daerah hanya untuk dibeli kembali oleh warga Bojonegoro dengan harga lebih mahal karena beban transportasi.

Gerakan ini, lanjut dia, dapat menjaga stabilitas harga gabah untuk menyerap gabah petani dengan harga terjaga. Serta ASN dapat menikmati beras Rajekwesi yang berkualitas dengan harga Rp14.800 per kilogram di bawah harga pasar dan tetap mengacu pada Harga Eceran Tertinggi (HET).

Wahono juga menekankan kepada BUMD Bojonegoro Pangan Mandiri pentingnya menjaga kualitas dan harga tetap kompetitif agar para ASN sebagai konsumen merasa puas.

"Melalui program ini pemerintah melakukan hilirisasi untuk memberikan nilai tambah pada hasil tani lokal, BUMD Pangan sebagai social entrepreneur ini untuk menjaga dan membangun kemandirian hasil produk yang ada di Bojonegoro," katanya.

Ia berharap GASPOL ini menjadi pemantik ekonomi lokal yang lebih kuat sekaligus membuktikan bahwa Bojonegoro mampu berdaulat atas pangannya sendiri demi masyarakat yang lebih sejahtera, bahagia, makmur, dan membanggakan.

Editor : Ratno

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru