KLIKJATIM.Com | Surabaya - Rumah Sakit (RS) Siloam Surabaya resmi mengoperasikan fasilitas Linear Accelerator (LINAC) dan CT Simulator untuk memperkuat layanan radioterapi kanker yang lebih presisi dan terintegrasi. Kehadiran teknologi ini diharapkan menjadi solusi bagi pasien kanker di Jawa Timur dan sekitarnya yang selama ini menghadapi keterbatasan akses layanan radioterapi modern.
Berdasarkan data Global Cancer Observatory (GLOBOCAN) 2022, Indonesia mencatat lebih dari 408 ribu kasus kanker baru setiap tahun. Selain itu, terdapat sekitar 242 ribu kematian akibat kanker yang terjadi setiap tahunnya.
Baca juga: RSUD Dr Soetomo Raih Peringkat Pertama Nasional SCImago International Rankings 2026 Sektor Kesehatan
Direktur RS Siloam Surabaya, dr Maria Magdalena Padmidewi Sp PK, mengatakan kehadiran LINAC dan CT Simulator merupakan komitmen rumah sakit dalam memperkuat layanan kanker. “Dalam penanganan kanker, waktu memiliki peran yang sangat penting. Kehadiran LINAC dan CT Simulator memungkinkan pasien memperoleh terapi yang lebih cepat, lebih presisi, dan lebih dekat dengan keluarga mereka,” ujarnya.
Ia menambahkan, teknologi medis bukan hanya inovasi, tetapi juga bentuk harapan baru bagi pasien. Menurutnya, kualitas hidup pasien menjadi bagian penting dalam layanan onkologi modern.
Dokter Spesialis Onkologi Radiasi RS Siloam Surabaya, dr Dyah Erawati Sp Rad Sp Onk Rad (K), menjelaskan radioterapi merupakan salah satu pilar utama pengobatan kanker. Terapi ini dapat dikombinasikan dengan operasi maupun kemoterapi sesuai kondisi pasien.
“Radioterapi adalah bagian dari pengobatan kanker yang dapat dikombinasikan dengan operasi maupun kemoterapi. Semua tergantung pada stadium penyakit dan tujuan terapinya, apakah untuk penyembuhan atau paliatif,” katanya.
Ia menjelaskan, radioterapi dapat diberikan pada berbagai stadium kanker. Pada stadium awal hingga menengah, terapi ditujukan untuk penyembuhan, sedangkan pada stadium lanjut untuk mengurangi gejala.
Baca juga: Surabaya Fashion Festival 2026 Angkat Karya Desainer Lokal ke Ruang Publik
Menurutnya, teknologi radioterapi saat ini memungkinkan pengobatan lebih tepat sasaran dan membantu melindungi jaringan sehat di sekitar tumor. LINAC merupakan teknologi radioterapi eksternal dengan presisi hingga 0,5 milimeter, teknologi ini memfokuskan radiasi langsung ke area tumor dengan tingkat akurasi tinggi.
Sementara CT Simulator digunakan untuk perencanaan terapi melalui pencitraan tiga dimensi. Alat ini membantu menentukan lokasi, ukuran, dan bentuk tumor secara lebih akurat.
“Dengan teknologi yang sekarang kami miliki, presisi radiasi menjadi lebih baik dan organ di sekitar target dapat lebih terlindungi,” ujar Dyah.
Baca juga: Pelaku Pembacok Suporter Persebaya Hingga Tewas Dibekuk Polisi di Sampang Madura
Ia menambahkan, proses penyinaran dengan LINAC berlangsung sekitar tiga hingga 10 menit. Seluruh sesi radioterapi umumnya memakan waktu sekitar 20 menit termasuk persiapan pasien.
Terapi diberikan bertahap sesuai kebutuhan pasien, biasanya satu kali sehari selama lima hari per minggu. Namun, frekuensi dan dosis dapat berbeda tergantung jenis serta stadium kanker.
RS Siloam Surabaya juga memperkuat layanan dengan tim multidisiplin tenaga medis terlatih. Pendekatan ini dilakukan untuk memastikan penanganan kanker yang lebih komprehensif bagi pasien
Editor : Wahyudi