Bikin Resah Warga, Pemuda di Jember Rekayasa Aksi Begal Demi Dapat Uang Orang Tua

Reporter : Muhammad Hatta
Satreskrim Polres Jember dan Polsek Jenggawah melakukan olah TKP rekayasa begal.

KLIKJATIM.Com | Jember – Jagat maya dihebohkan dengan beredarnya video berdurasi 41 detik di platform Facebook dan Instagram yang memperlihatkan seorang pemuda mengaku menjadi korban pembegalan sadis di wilayah Kecamatan Jenggawah, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Namun setelah diusut pihak kepolisian, narasi dalam video tersebut dipastikan hanya cerita rekayasa alias hoaks.

Pemuda berinisial MF (21), warga Dusun Gayasan, Desa Jenggawah, sengaja membuat skenario fiktif tersebut. Tujuannya tidak lain agar mendapatkan uang pengganti sebesar Rp3,5 juta dari orang tua dan keluarganya.

Baca juga: Perkuat Hubungan Sosial di Momen Iduladha, Terminal Teluk Lamong Salurkan 12 Sapi dan 21 Kambing untuk Warga Sekitar

Dalam video yang viral pada Selasa (26/5/2026), MF tampak lemas di lokasi yang diklaim sebagai tempat pembegalan, yakni di jalan penghubung Dusun Pondok Labu dan Dusun Curah Buntu. Rekaman tersebut juga memperlihatkan helm dan jaket milik MF yang tampak robek akibat sabetan benda tajam, serta tasnya yang disebut tertinggal di lokasi.

“Pengguna jalan jurusan Pondok Labu, Curah Buntu ini, ada begalan barusan jam 7 ya. Ini orangnya yang dibegal, ini helmnya. Ini kena tebas... Mohon hati-hati semuanya,” ujar suara pria perekam video tersebut yang sempat memicu keresahan massal.

Merespons keresahan warga dan laporan yang masuk, Satreskrim Polres Jember bersama Unit Reskrim Polsek Jenggawah langsung bergerak cepat melakukan penyelidikan dan mendatangi korban untuk memintai keterangan.

Kasat Reskrim Polres Jember AKP Angga Riatma melalui Kanit Pidum Satreskrim Polres Jember, Andry Yunni Prasetiyo, mengungkapkan bahwa petugas langsung mencium aroma kejanggalan saat melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Karena ada hal yang kurang pas, sehingga kemudian kita lakukan olah TKP di tempat kejadian. Dari situ baru kita ketahui bahwa apa yang disampaikan oleh yang bersangkutan ini janggal,” kata Andry saat dikonfirmasi di Mapolres Jember.

Setelah diinterogasi lebih mendalam oleh petugas, MF akhirnya tidak bisa mengelak dan mengakui bahwa dirinya telah berbohong.

Baca juga: Gempa M5,1 Guncang Tenggara Jember, Getaran Terasa hingga Banyuwangi dan Malang

Dari hasil pemeriksaan, polisi mengungkap bahwa MF merusak helm dan bahu jaketnya sendiri agar seolah-olah terlihat habis dibacok oleh dua orang tak dikenal. Ia bahkan sempat meminta salah seorang temannya untuk berpura-pura menjadi saksi guna memperkuat alibinya.

Adapun latar belakang dari aksi nekat ini meliputi faktor ekonomi, MF diketahui tidak memiliki pekerjaan tetap dan mengaku sedang mengalami tekanan ekonomi yang berat.

MF juga bermodus simpati dengan mengarang cerita uang Rp3,5 juta miliknya dirampas begal, ia berharap keluarganya merasa iba lalu bersedia mengganti uang tersebut.

Agar skenarionya berjalan mulus, MF sempat mendatangi beberapa teman dan mengabarkan nasib malangnya. Informasi berantai itu akhirnya sampai ke telinga perangkat lingkungan setempat yang kemudian meneruskan kabar tersebut ke pihak keluarga.

Baca juga: Gagal Nyalip Pengendara Vario di Jember Tewas Tersenggol Truk Boks

“Semua itu adalah rangkaian cerita fiktif yang dilakukan oleh yang bersangkutan,” tegas Andry.

Pihak kepolisian pun menyayangkan tindakan MF yang telah membuat gaduh dan memicu ketakutan di tengah masyarakat terkait keamanan jalan antar-dusun di Jenggawah.

"Kami imbau agar masyarakat tidak mudah menyebarkan informasi yang belum dipastikan kebenarannya. Kami juga mengingatkan bahwa membuat laporan palsu kepada aparat dapat diproses hukum sesuai ketentuan yang berlaku," pungkas Andry.

Editor : Fatih

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru