KLIKJATIM.Com | Jambi – Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) atau Corporate Social Responsibility (CSR) yang dijalankan SKK Migas bersama PetroChina International Jabung Ltd terus memberikan dampak positif bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi.
Salah satu penerima manfaat program tersebut adalah Kelompok Usaha Bersama (KUB) Radesta “Rano Desa Tercinta” di Kelurahan Rano, Kecamatan Muara Sabak Barat. Kelompok usaha yang bergerak di bidang kerajinan anyaman pandan itu kini mengalami peningkatan aktivitas produksi dan pemasaran setelah memperoleh bantuan pembangunan rumah produksi dan pemasaran dari PetroChina.
Baca juga: PetroChina Masuk 5 Besar Peraih Platinum P2-HIV/AIDS di Jambi
Ketua KUB Radesta, Lindawati, mengatakan bantuan tersebut membawa perubahan besar terhadap perkembangan usaha yang telah dirintis masyarakat setempat sejak lama.
“Kami sangat bersyukur. Sebelumnya bangunan usaha kami masih semi permanen berbahan papan yang sudah rapuh dan kurang menarik. Sekarang, setelah dibantu PetroChina, bangunannya menjadi lebih kokoh dan representatif dengan konsep Rumah Anyaman Pandan,” ujarnya.
Rumah produksi tersebut dibangun menggunakan konstruksi beton berukuran 6 x 8 meter, dilengkapi pintu kaca model rolling door serta area tambahan untuk penjemuran bahan baku. Lokasinya yang berada di jalur strategis Muara Sabak menuju Kuala Jambi dinilai mendukung peningkatan akses konsumen dan memperluas pemasaran produk.
Selain pembangunan rumah produksi, PetroChina sebelumnya juga memberikan bantuan berupa peralatan kerja dan empat unit etalase untuk mendukung display produk kerajinan.
“Bantuan peralatan kerja dan etalase sangat membantu kami meningkatkan produktivitas sekaligus memperluas jangkauan pemasaran produk kerajinan ke depannya,” tambah Linda.
KUB Radesta berdiri sejak 2004 dan menjadi wadah masyarakat dalam mengembangkan kerajinan berbahan dasar daun pandan. Saat ini kelompok tersebut memiliki 10 anggota aktif yang memproduksi berbagai kerajinan seperti tas, tikar, hingga suvenir khas daerah.
Menurut Linda, sebelum mendapatkan dukungan dari PetroChina, keterbatasan fasilitas menjadi salah satu kendala utama dalam pengembangan usaha. Kondisi bangunan yang kurang layak membuat produk kerajinan sulit dipromosikan secara maksimal kepada masyarakat luas.
“Dulu banyak orang tidak tahu kalau ini tempat produksi kerajinan anyaman pandan. Sekarang hampir setiap hari ada saja yang singgah, baik untuk melihat maupun membeli produk,” katanya.
Ia menilai dukungan yang diberikan PetroChina tidak hanya meningkatkan omzet penjualan, tetapi juga memotivasi anggota kelompok untuk terus berkarya dan menjaga keberlangsungan kerajinan tradisional daerah.
“Usaha kerajinan anyaman pandan ini akan terus kami kembangkan agar bisa menjangkau pasar yang lebih luas,” ujarnya.
Saat ini, selain melayani pembelian langsung di lokasi, KUB Radesta juga mulai memanfaatkan platform digital dan media sosial untuk memperluas pemasaran hingga ke luar daerah.
Dengan dukungan berkelanjutan dari PetroChina serta peningkatan kualitas produk dan fasilitas usaha, KUB Radesta optimistis kerajinan anyaman pandan dapat berkembang menjadi salah satu sumber ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat identitas budaya lokal Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
Editor : Abdul Aziz Qomar