Dies Natalis ke-39 UHT, Khofifah Tekankan Pentingnya Digital & Psychology Balance bagi Pelaut Modern

Reporter : Much Taufiqurachman Wahyudi
Menjadi pembicara dalam Dies Natalis ke-39 Universitas Hang Tuah, Gubernur Khofifah menegaskan pentingnya "Blue Economy" bagi masa depan Jawa Timur.

KLIKJATIM.Com | Surabaya – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan bahwa penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) maritim dan pengembangan ekonomi biru (blue economy) merupakan pilar utama untuk mewujudkan Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara.

Hal tersebut disampaikan Khofifah saat menjadi pembicara dalam Guest Lecture memperingati Dies Natalis ke-39 Universitas Hang Tuah (UHT) Surabaya, Kamis (7/5/2026).

Baca juga: BPS : Kenaikan BBM Dorong Inflasi Jatim Capai 3,36 Persen

Dalam paparannya, Khofifah menekankan bahwa Jatim kini bertransformasi dari ekonomi berbasis sumber daya alam menuju ekonomi berbasis pengetahuan.

"Jawa Timur menempatkan diri bukan sekadar wilayah transit, tetapi pusat orkestrasi rantai nilai nasional. Untuk mendukung itu, ketersediaan SDM unggul yang adaptif dan berdaya saing global menjadi faktor kunci yang tidak bisa ditawar," tegas Khofifah.

Gubernur perempuan pertama di Jatim ini mendorong pergeseran paradigma menuju ekonomi biru, yaitu pemanfaatan sumber daya laut yang produktif namun tetap menjaga keberlanjutan lingkungan. Berdasarkan data, nilai Indonesia Blue Economy Index (IBEI) Jawa Timur mencapai 60,54 pada tahun 2024 dan terus dipacu menuju target jangka panjang tahun 2045.

Sektor industri perkapalan, pariwisata bahari, dan industri pengolahan kelautan disebut sebagai motor penggerak utama.

"Kita harus beralih pada paradigma ekonomi biru yang memberikan nilai ekonomi tinggi tanpa mengabaikan kelestarian ekosistem laut," imbuhnya.

Baca juga: Strategi Komunikasi Digital Berbuah Prestasi, PT Terminal Teluk Lamong Raih Digital PR Award 2026

Secara khusus, Khofifah mengapresiasi kontribusi Universitas Hang Tuah dalam mencetak SDM maritim. Menurutnya, mengoperasikan kapal berteknologi canggih saat ini membutuhkan keseimbangan antara kecerdasan intelektual (IQ) dan stabilitas psikologis yang kuat.

Ia juga menyoroti besarnya peluang kerja spesifik di bidang maritim, salah satunya adalah pengelasan bawah air (underwater welding).

"Banyak negara membutuhkan tenaga underwater welding. Kami berharap Universitas Hang Tuah bisa menjadi pusat pelatihan untuk keahlian ini karena permintaannya sangat tinggi di tingkat global," harap Khofifah.

Baca juga: Aktivitas Logistik Meningkat, TTL menerapkan sistem Berthing Window

Dalam rangkaian acara tersebut, dilakukan pula penandatanganan Kesepakatan Bersama antara Pemprov Jawa Timur dan Universitas Hang Tuah tentang pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, dan pengembangan SDM.

Rektor Universitas Hang Tuah, Laksamana Muda (Purn) Dr. Ir. Avando Bastari, menyambut baik kerja sama ini. Ia menegaskan kesiapan UHT untuk menjadi mitra strategis pemerintah daerah, terutama dalam memperkuat literasi dan pemberdayaan masyarakat pesisir melalui program desa binaan.

"Kami siap bersinergi mencetak SDM unggul agar keberadaan UHT tidak hanya dirasakan di kampus, tetapi memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas di Jawa Timur," pungkas Avando. 

Editor : Fatih

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru