KLIKJATIM.Com | Surabaya – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, meninjau langsung hasil renovasi hunian milik Wandori, tenaga keamanan SMAN 2 Surabaya, di Jalan Dinoyo Baru, Surabaya, Selasa (5/5/2026). Peninjauan ini merupakan bagian dari program bedah rumah Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) bagi insan pendidikan di Jawa Timur.
Program ini menjadi kado spesial dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Secara kumulatif, program tersebut telah menyasar 135 insan pendidikan di berbagai wilayah Jawa Timur. Khusus untuk tahun 2026, program ini menjangkau 38 rumah yang tersebar di 24 wilayah Cabang Dinas Pendidikan Jatim.
Baca juga: Gandeng Utomo Charge, Pemkot Surabaya Sediakan SPKLU di Lima Titik Strategis
Gubernur Khofifah menegaskan bahwa perhatian pemerintah harus menyeluruh kepada seluruh elemen pendukung pendidikan, tidak terbatas pada tenaga pendidik saja.
“Insan pendidikan itu bukan hanya guru. Ada tenaga keamanan, tenaga kebersihan, dan pihak lain yang turut mendukung proses belajar-mengajar. Mereka juga harus mendapatkan perhatian, termasuk dalam pemenuhan hunian yang layak,” tegas Khofifah di sela peninjauan, Rabu (6/5/2026).
Khofifah menjelaskan, anggaran program bedah rumah ini bersumber dari zakat yang dihimpun secara sukarela oleh staf dan jajaran Dinas Pendidikan Provinsi Jatim bekerja sama dengan Baznas Jatim.
"Proses dari zakat yang dikumpulkan ini kemudian ditasyarufkan untuk membangun rumah tinggal layak huni (Rutilahu). Ini salah satunya, dan di semua kabupaten masing-masing ada satu titik untuk semester pertama tahun ini," jelas Gubernur.
Baca juga: Pemprov Jawa Timur Borong Tiga Penghargaan UB Halal Metric Award 2026, Gubernur Khofifah
Selain renovasi hunian, dana zakat tersebut juga dialokasikan untuk program afirmasi pendidikan, yakni pemberian beasiswa sebesar Rp1 juta bagi siswa dari keluarga kurang mampu di Jawa Timur.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menambahkan bahwa pemilihan penerima bantuan dilakukan melalui survei ketat untuk memastikan ketepatan sasaran. Nilai bantuan yang diberikan berkisar antara Rp20 juta hingga Rp25 juta per rumah dengan sistem pengerjaan gotong royong.
“Ini adalah inisiatif Ibu Gubernur agar kita peduli terhadap seluruh insan pendidikan. Kami berharap momentum Hardiknas ini memberikan dampak positif bagi seluruh ekosistem pendidikan di Jawa Timur,” kata Aries.
Baca juga: Gubernur Khofifah Luncurkan 40 Sekolah Berintegritas
Wandori, yang telah mengabdi sebagai tenaga keamanan sekolah, tak mampu menyembunyikan rasa harunya saat menyambut kedatangan Gubernur. Ia menceritakan kondisi rumahnya yang sebelumnya sangat memprihatinkan dengan atap bocor, dinding retak, dan lantai sering tergenang air saat hujan.
"Dulu ingin sekali memperbaiki tapi tidak ada dana. Alhamdulillah, terima kasih kepada Ibu Gubernur Khofifah. Sekarang rumah kami jauh lebih layak dan nyaman. Ini benar-benar kebahagiaan luar biasa bagi keluarga kami," ucapnya.
Editor : Fatih