KLIKJATIM.Com | Bangkalan – Universitas Trunojoyo Madura (UTM) menambah empat guru besar baru sebagai langkah memperkuat riset terapan yang berdampak langsung bagi pembangunan daerah, khususnya di sektor pertanian, kelautan, hukum, dan industri.
Rektor UTM, Prof. Dr. Safi', S.H., M.H., menegaskan bahwa capaian gelar profesor bukanlah akhir, melainkan awal tanggung jawab yang lebih besar dalam menghasilkan riset yang bermanfaat bagi masyarakat.
Baca juga: Tak Sampai 24 Jam, Satreskrim Polres Sampang Ringkus Pelaku Curanmor asal Bangkalan
“Gelar profesor harus diikuti dengan peningkatan kinerja. Riset tidak boleh berhenti di kampus, tetapi harus memberi dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya. Rabu, (22/04/2026).
Ia menambahkan, penguatan riset harus diiringi dengan kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan dunia industri agar hasil penelitian dapat diimplementasikan, tidak sekadar berhenti pada tahap prototype.
Empat guru besar yang dikukuhkan membawa fokus keilmuan yang saling melengkapi dalam mendorong pembangunan berbasis riset.
Di sektor pertanian, Prof. Dr. Elys Fauziyah, S.P., M.P. menyoroti pentingnya transformasi pertanian lahan kering, khususnya di Madura yang didominasi kondisi agroekologi marginal. Ia menyebut produktivitas komoditas seperti jagung masih rendah, namun memiliki potensi peningkatan signifikan melalui penerapan teknologi dan inovasi agribisnis.
Di bidang hukum, Prof. Dr. Eny Suastuti, S.H., M.Hum. mengangkat persoalan korupsi dalam pengelolaan perizinan pertambangan. Ia menilai lemahnya pengawasan membuka ruang penyalahgunaan wewenang yang berdampak pada kerugian negara.
Baca juga: Hanya Muncul Setahun Sekali, Pasar Tellasen Topak Bangkalan Diserbu Ribuan Pengunjung
Sementara itu, Prof. Insafitri, S.T., M.Sc., Ph.D. menekankan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem laut melalui konsep “Samudra Harmoni”, sebagai bagian dari upaya pelestarian lingkungan dan keberlanjutan sumber daya kelautan.
Di sektor industri, Prof. Dr. Ir. Mohamad Imron Mustajib, S.T., M.T. menyoroti penguatan sistem manufaktur perkapalan. Ia menyebut Bangkalan memiliki potensi sebagai salah satu pusat galangan kapal yang dapat mendukung industri maritim nasional sekaligus menyerap tenaga kerja lokal.
Rektor menegaskan bahwa UTM mendorong konsep “kampus berdampak”, di mana hasil riset harus berkorelasi dengan kebutuhan masyarakat dan pembangunan daerah.
Baca juga: Utang Rp 25 Juta, Satu Keluarga di Jombang Diculik; Dua Pelaku Ditangkap
Menurutnya, berbagai hasil penelitian yang dihasilkan kampus, mulai dari pertanian, kesehatan, hingga teknologi, memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan dalam kebijakan pemerintah daerah.
“Banyak riset kita yang bisa digunakan untuk pembangunan daerah. Tinggal bagaimana kolaborasi itu diperkuat agar bisa diimplementasikan,” katanya.
Dengan penambahan guru besar ini, UTM diharapkan semakin memperkuat perannya sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan yang tidak hanya menghasilkan riset akademik, tetapi juga solusi konkret bagi masyarakat, khususnya di Madura.
Editor : Wahyudi