KLIKJATIM.Com | Gresik – Pemerintah Kabupaten Gresik terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya di kalangan generasi muda. Salah satunya melalui penyelenggaraan Grand Final Apresiasi Duta Generasi Berencana (Genre) Kabupaten Gresik Tahun 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam membentuk remaja yang sehat, berkarakter, dan memiliki daya saing di tengah perkembangan zaman yang dinamis.
Grand final diikuti 20 finalis terbaik yang telah lolos dari proses seleksi ketat dari total 109 pendaftar. Para finalis diharapkan mampu menjadi agen perubahan (agent of change) sekaligus teladan bagi generasi muda di Kabupaten Gresik.
Wakil Bupati Gresik, Asluchul Alif, menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga pada pembangunan manusia sebagai fondasi utama kemajuan.
“Generasi muda merupakan investasi strategis bagi masa depan daerah. Karena itu, mereka harus dipersiapkan menjadi generasi yang berkualitas, berdaya saing, serta mampu menghindari berbagai perilaku berisiko,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan sejumlah tantangan yang masih dihadapi, mulai dari risiko perkawinan usia dini, pergaulan berisiko, dampak negatif perkembangan digital, hingga isu kesehatan mental remaja.
Berdasarkan data, angka dispensasi pernikahan di Gresik menunjukkan tren penurunan dalam tiga tahun terakhir, dari 211 kasus pada 2023 menjadi 193 kasus pada 2024, dan turun lagi menjadi 176 kasus pada 2025. Penurunan tersebut didukung kebijakan Peraturan Bupati Gresik Nomor 23 Tahun 2025 tentang Pencegahan dan Penanganan Perkawinan Anak.
Meski demikian, kasus perlindungan anak pada 2025 masih tercatat sebanyak 638 kasus, dengan 321 kasus melibatkan anak. Sementara prevalensi stunting pada 2024 berada di angka 15,2 persen, menurun dari 15,4 persen pada tahun sebelumnya.
Untuk menjawab berbagai tantangan tersebut, Pemkab Gresik terus memperkuat sinergi lintas sektor melalui sejumlah program pembinaan remaja, seperti edukasi kesehatan reproduksi, pengembangan sekolah ramah anak, serta penguatan peran keluarga melalui program Bina Keluarga Remaja (BKR).
Baca juga: Perempuan Terlantar di Kedamean Dievakuasi Polisi, Diantar Hingga Naik Bus ke Tuban
Ketua TP PKK Kabupaten Gresik sekaligus Bunda Genre, Nurul Haromaini, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
Ia menekankan pentingnya peran remaja dalam menyikapi arus informasi di era digital secara bijak. “Duta Genre diharapkan menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan generasi muda, sekaligus menjadi motivator bagi teman sebayanya,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinas KBPPPA Kabupaten Gresik, Titik Ernawati, menjelaskan bahwa Duta Genre merupakan bagian dari implementasi Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana).
“Duta Genre berperan sebagai edukator, konselor, dan influencer dalam menyosialisasikan program kepada masyarakat, khususnya remaja,” jelasnya.
Baca juga: Gress of Champions Vol. 2 Meriah di Gressmall, Ratusan Pelajar Jatim Adu Cerdas Rebut Piala Bupati
Program Genre sendiri berfokus pada Triad Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR), yang meliputi pencegahan perkawinan usia dini, pergaulan berisiko, serta penyalahgunaan narkoba.
Pada Grand Final Duta Genre Kabupaten Gresik 2026, pasangan Serry Satya dan Chandra Ari berhasil meraih Juara I. Juara II diraih oleh Shesa Nayla dan Raditya Moreno, sementara Juara III diraih oleh Fahri Zaidan dan Syirilla Syila.
Adapun Juara Favorit diraih oleh Alexandria Azzahra dan Billy Ardo, Juara Advokasi oleh Adi Bachtiar dan Siti Aisyah, serta Juara Berbakat oleh Vito Dwi dan Inggrit Sally.
Melalui kegiatan ini, Pemkab Gresik berharap dapat terus mendorong lahirnya generasi muda yang unggul, sehat, dan berkarakter, sebagai bagian dari upaya mewujudkan visi pembangunan daerah menuju Indonesia Emas.
Editor : Abdul Aziz Qomar