KLIKJATIM.Com | Sumenep – Turnamen Bolavoli Piala Bupati Sumenep 2026 mendapat sambutan luar biasa dari kalangan pencinta olahraga di ujung timur Pulau Madura. Kompetisi tahunan yang dinanti-nantikan ini secara resmi diikuti oleh 109 klub yang berasal dari berbagai penjuru Kabupaten Sumenep.
Ratusan tim tersebut terdiri atas 88 klub putra dan 21 klub putri. Seluruh rangkaian pertandingan dipusatkan di Lapangan RJ Impact, Desa Kasengan, Kecamatan Manding, yang kini disulap menjadi panggung adu kemampuan bagi atlet-atlet terbaik daerah.
Baca juga: 16 Dapur MBG di Sumenep Dihentikan Sementara, Terkendala Fasilitas IPAL
Prosesi pembukaan berlangsung semarak dan khidmat. Acara diawali dengan penampilan tari tradisional Muang Sangkal yang memukau para penonton. Pentas budaya ini sengaja dihadirkan untuk memberikan nuansa khas Sumenep, sekaligus memadukan semangat kompetisi olahraga dengan kekayaan tradisi lokal yang luhur.
Ketua PBVSI Sumenep, Syamsul Muarif, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas tingginya partisipasi klub dalam turnamen edisi kali ini. Menurutnya, jumlah peserta yang menembus angka seratus tim merupakan indikator positif bahwa gairah olahraga bolavoli di Sumenep kian menggeliat.
Syamsul menegaskan bahwa turnamen ini memiliki misi khusus di luar sekadar perebutan piala. Pihak pengurus telah menerjunkan tim pemantau untuk menjaring bibit-bibit unggul yang berlaga di lapangan.
Baca juga: Petani Garam Sumenep Masih Terjepit Impor, Selisih Harga Jadi Kendala Utama
“Turnamen ini bukan hanya sekadar kompetisi, tetapi juga menjadi ajang pencarian bakat. Kami menyiapkan pemandu bakat untuk memantau para atlet yang bertanding,” ujar Syamsul pada Rabu (8/4/2026).
Ajang ini juga menjadi agenda perdana bagi PBVSI Sumenep setelah jajaran pengurus baru resmi dilantik. Syamsul berharap, turnamen ini menjadi titik balik untuk membangkitkan kembali motivasi serta prestasi atlet bolavoli di tingkat kabupaten maupun provinsi.
Baca juga: Jemaah Haji Asal Sapudi Sumenep Wafat di Tanah Suci
Selain aspek teknis, Syamsul juga mengingatkan pentingnya menjaga nilai-nilai sportivitas dalam setiap laga. Ia menekankan bahwa kualitas seorang atlet tidak hanya diukur dari gelar juara, tetapi juga dari kematangan sikap dan mental bertanding.
“Turnamen ini menjadi wadah untuk mengasah mental dan kemampuan atlet. Bukan semata soal siapa yang keluar sebagai juara, tetapi bagaimana proses dan semangat bertanding itu dibangun,” pungkasnya.
Editor : Fatih