Remaja ODGJ di Jember Dilepas dari Pasung, Jalani Rehabilitasi Usai Kondisi Memburuk

Reporter : Muhammad Hatta
AR terlihat tersenyum usai pasungannya dilepas oleh petugas Dinas Sosial Jawa Timur (Hatta/Klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Jember – Seorang remaja berinisial AR (16), warga Kecamatan Mayang, Kabupaten Jember, akhirnya dibebaskan dari pasung oleh Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur setelah mengalami pemasungan selama lebih dari satu bulan akibat gangguan kejiwaan yang kian memburuk.

AR diketahui telah menunjukkan gejala gangguan perilaku sejak kecil. Namun, dalam setahun terakhir kondisinya semakin parah, terutama setelah sang ayah meninggal dunia dan keterbatasan ekonomi keluarga menghambat akses perawatan yang memadai.

Baca juga: Bikin Resah Warga, Pemuda di Jember Rekayasa Aksi Begal Demi Dapat Uang Orang Tua

Sepupunya, Muhammad Sobri, mengungkapkan bahwa gangguan tersebut awalnya tidak terlalu serius, tetapi mengalami peningkatan signifikan belakangan ini.

“Sejak kecil memang sudah ada gejalanya, tapi memburuk dalam setahun terakhir,” ujarnya, Rabu (1/4/2026).

Menurut Sobri, AR sempat mendapatkan penanganan medis mulai dari Puskesmas Mayang, kemudian dirujuk ke Liposos Jember, hingga menjalani perawatan di Rumah Sakit Jiwa Lawang selama sekitar 20 hari. Sepulang dari perawatan, kondisi AR sempat membaik selama beberapa hari.

Namun, situasi berubah drastis setelah ayahnya meninggal dunia. Peristiwa tersebut diduga memicu penurunan kondisi mental AR hingga kembali menunjukkan perilaku agresif.

“Setelah bapaknya meninggal, kondisinya drop. Sempat mengamuk, bahkan mencoba mencekik ibunya dan melempari tetangga,” jelas Sobri.

Karena dinilai membahayakan, keluarga terpaksa kembali memasung AR sebagai langkah pengamanan. Sebelumnya, ia sempat dilepas dari pasung saat kondisinya stabil. Selama sekitar satu setengah bulan terakhir, AR kembali dipasung karena sering mengamuk.

Sobri menambahkan, saat ayahnya masih hidup, AR tidak dipasung karena selalu mendapat pendampingan. Namun setelah kehilangan sosok tersebut, keluarga kesulitan mengendalikan perilakunya.

Kondisi ekonomi keluarga yang terbatas turut memperparah situasi. Ibu AR bekerja serabutan, sementara ayahnya semasa hidup merupakan buruh tani. Hal ini membuat pengobatan lanjutan tidak berjalan optimal.

Baca juga: Gempa M5,1 Guncang Tenggara Jember, Getaran Terasa hingga Banyuwangi dan Malang

Menindaklanjuti laporan masyarakat yang juga beredar di media sosial, Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur langsung melakukan evakuasi. Petugas Substansi Rehabilitasi Sosial, Roni Gunawan, mengatakan pihaknya bergerak cepat setelah memastikan adanya kasus pemasungan.

“Kami segera turun ke lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat dan media sosial,” ujarnya.

Setelah dievakuasi, AR akan menjalani rehabilitasi sosial di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Rehabilitasi Sosial Binalaras di Pasuruan selama sekitar 9 bulan hingga satu tahun, dengan pembiayaan dari APBD Provinsi Jawa Timur.

Selama masa rehabilitasi, AR akan mendapatkan perawatan medis, pembinaan kemandirian, serta pelatihan dasar seperti aktivitas sehari-hari dan kepatuhan minum obat.

Roni menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan medis sebelumnya di RSJ Lawang, AR mengalami gangguan psikotik yang termasuk kategori orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Kondisi tersebut bisa dipicu berbagai faktor, mulai dari genetik hingga tekanan ekonomi.

Baca juga: Gagal Nyalip Pengendara Vario di Jember Tewas Tersenggol Truk Boks

Ia menekankan bahwa kesembuhan ODGJ sangat bergantung pada kepatuhan menjalani pengobatan secara rutin.

“Seperti penyakit kronis lainnya, kuncinya ada pada disiplin minum obat. Jika rutin, peluang membaik sangat besar,” jelasnya.

Setelah masa rehabilitasi selesai, kondisi AR akan dievaluasi sebelum dikembalikan ke keluarga dengan pendampingan lanjutan agar dapat kembali bersosialisasi.

Pihak keluarga berharap, dengan penanganan intensif dari pemerintah, AR dapat pulih dan menjalani kehidupan yang lebih baik.

“Semoga setelah dirawat, bisa sembuh dan kembali normal,” ujar Sobri.

Editor : Abdul Aziz Qomar

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru