KLIKJATIM.Com | Jember -Momen liburan Lebaran Ketupat berubah menjadi tragedi di Pantai Papuma. Seorang guru ngaji asal Cianjur dilaporkan hilang setelah tersapu ombak besar saat berfoto bersama rekan-rekannya, Sabtu (28/3/2026) pagi.
Korban diketahui bernama Muhammad Sheva Yusuf (22), warga Desa Cipendawa, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Ia datang ke Jember bersama rombongan temannya untuk berlibur sekaligus merayakan momen Lebaran.
Baca juga: Libur Iduladha 2026, Belasan Ribu Penumpang Padati Stasiun di Wilayah Daop 9 Jember
Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 06.45 WIB di kawasan bawah Gunung Setinggil, salah satu titik ekstrem di Pantai Papuma yang dikenal berbahaya dan telah dipasangi rambu larangan.
Berdasarkan keterangan saksi, rombongan yang berjumlah 13 orang telah tiba di lokasi sejak Jumat sore dan bermalam dengan mendirikan tenda. Pagi harinya, mereka sempat melakukan aktivitas santai sebelum akhirnya berpencar mencari spot foto.
Korban kemudian mengajak beberapa rekannya bermain air di laut. Meski sempat diingatkan karena kondisi ombak mulai pasang, mereka tetap mendekati area karang yang terlarang.
Baca juga: Gempa 4,8 SR di Jember Picu Penghentian Sementara Kereta Api Daop 9
Saat korban sedang berpose di atas batu karang, ombak besar tiba-tiba datang dan langsung menerjang. Ia sempat terlihat berusaha berenang, namun gelombang susulan menyeretnya lebih jauh ke tengah laut hingga akhirnya hilang dari pandangan.
“Tiga orang sempat tersapu ombak. Dua berhasil selamat dengan berpegangan pada karang, sementara satu orang masih dalam pencarian,” ujar petugas Satpolairud Polres Jember.
Baca juga: Bikin Resah Warga, Pemuda di Jember Rekayasa Aksi Begal Demi Dapat Uang Orang Tua
Tim gabungan dari kepolisian, Basarnas, dan relawan saat ini terus melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian. Operasi pencarian difokuskan di radius titik hilangnya korban dan akan dilanjutkan hingga beberapa hari ke depan sesuai prosedur.
Pihak berwenang mengimbau wisatawan untuk selalu mematuhi rambu keselamatan, terutama di area rawan ombak besar, guna mencegah kejadian serupa terjadi kembali.
Editor : Wahyudi