Insentif Jumbo JIIPE Bikin Investor Global Berdatangan ke Indonesia

Reporter : Much Taufiqurachman Wahyudi
Gerbang KEK Gresik Kawasan JIIPE

KLIKJATIM.Com | Jakarta – Pemerintah terus memperkuat daya tarik investasi di Indonesia, salah satunya melalui pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Berbeda dari kawasan industri pada umumnya, KEK dirancang dengan berbagai keistimewaan, termasuk pemberian insentif fiskal dan non-fiskal guna menarik minat investor.

Namun, keberhasilan KEK tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah. Pelaku usaha juga dituntut menghadirkan nilai tambah. PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) menjadi salah satu contoh. Sejak 2021, perusahaan ini resmi mengelola KEK Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE) di Gresik, Jawa Timur, melalui kerja sama dengan Pelindo.

Baca juga: Hilirisasi Tembaga dan Emas di KEK Gresik Serap 7.500 Tenaga Kerja

Director & Corporate Secretary AKR Corporindo, Suresh Vembu, menjelaskan bahwa pihaknya menyiapkan berbagai insentif untuk menarik investor, baik dari dalam maupun luar negeri. Dari sisi fiskal, misalnya, tersedia keringanan pajak yang cukup signifikan.

“Beberapa tenant kami telah memperoleh pembebasan pajak perusahaan selama 10 hingga 20 tahun,” ungkapnya dalam paparan publik pada September 2025.

Selain itu, AKR juga menghadirkan insentif non-fiskal, seperti kemudahan memulai konstruksi, percepatan perizinan lingkungan, pembebasan bea masuk, kemudahan izin tenaga kerja asing, relaksasi ekspor-impor untuk komoditas tertentu, hingga hak guna bangunan (HGB) yang dapat mencapai 80 tahun.

Baca juga: Sinergi Pemerintah dan Stakeholder Dukung Daya Saing Industri Nasional di JIIPE

Dengan luas mencapai 3.000 hektare, kawasan JIIPE mencakup 1.761 hektare area industri dan 400 hektare pelabuhan laut dalam. Integrasi antara kawasan industri dan pelabuhan menjadi salah satu keunggulan utama yang ditawarkan.

Berbagai insentif tersebut terbukti menarik minat investor global. Sejumlah perusahaan besar dari China, Amerika Serikat, dan Jepang telah beroperasi di kawasan ini. Salah satunya adalah smelter tembaga milik PT Freeport Indonesia, yang diklaim sebagai fasilitas jalur tunggal terbesar di dunia. Selain memperkuat industri tembaga nasional, smelter ini juga mampu menghasilkan hingga 52 ton emas per tahun dari pengolahan lumpur anoda.

Selain itu, Xinyi Glass membangun fasilitas produksi kaca dan panel surya. PT Fertilizer Inti Technology mengembangkan bisnis pupuk NPK berbasis controlled release fertilizer (CRF). Sejumlah perusahaan lain seperti Hebang Biotech, Golden Elephant, PT ANTAM, dan Hailiang Nova turut bergabung, membentuk ekosistem industri berbasis tembaga, kaca, dan kimia.

Baca juga: AKRA Suntik Modal PT AKR Sea Transport Rp150 Miliar untuk Pembelian Kapal

Ke depan, JIIPE diproyeksikan menjadi salah satu motor penggerak ekonomi baru. Target investasi kawasan ini mencapai Rp238 triliun dengan potensi penyerapan tenaga kerja hingga 200.000 orang. Hingga September 2025, realisasi investasi tercatat sekitar Rp98 triliun dengan penyerapan tenaga kerja lebih dari 39.700 orang.

Capaian tersebut menegaskan bahwa JIIPE bukan sekadar pusat investasi, tetapi juga berkontribusi nyata terhadap penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan industri nasional.

Editor : Wahyudi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru