KLIKJATIM.Com | Lamongan – Halaman Masjid Agung Lamongan dipadati ribuan jamaah yang antusias mengikuti kegiatan "Ngaji Bareng Gus Iqdam" pada Minggu (15/3/2026).
Perhelatan akbar yang diinisiasi oleh Pemerintah Kabupaten Lamongan ini sengaja digelar untuk mengisi momentum sepuluh hari terakhir bulan suci Ramadan dengan kegiatan keagamaan sekaligus doa bersama demi kesejahteraan dan keberkahan daerah.
Baca juga: Peringati May Day, Pemkab Lamongan Tegaskan Buruh Sebagai Pahlawan Pembangunan Daerah
Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya dan rasa terima kasih kepada Gus Iqdam yang telah hadir di tengah masyarakat Lamongan. Kehadiran pendakwah kondang tersebut diharapkan mampu memberikan suntikan motivasi spiritual bagi warga di penghujung bulan suci.
“Terima kasih Gus Iqdam yang di sepuluh hari terakhir Ramadan ini telah memberikan motivasi sekaligus menghadirkan keberkahan bagi masyarakat Lamongan,” tutur Bupati yang akrab disapa Pak Yes tersebut di hadapan para jamaah yang hadir.
Lebih lanjut, Pak Yes menegaskan bahwa pengajian ini bukan sekadar rutinitas ibadah, melainkan momentum krusial untuk memperkuat doa dan harapan kolektif bagi kemajuan Kabupaten Lamongan.
Baginya, kegiatan keagamaan merupakan bentuk ikhtiar batiniah yang sangat penting dalam menghadapi berbagai tantangan sosial maupun alam yang tengah dihadapi masyarakat saat ini.
Baca juga: Lawan Ancaman El Nino, Kementan dan Pemkab Lamongan Masifkan Pompanisasi di Lahan Tadah Hujan
“Alhamdulillah hari ini kita bisa menyelenggarakan pengajian akbar bersama seluruh jamaah. Kita berdoa bersama agar Lamongan senantiasa diberikan keberkahan, dijauhkan dari bencana, serta menyongsong Lamongan yang lebih megilan,” ungkap Pak Yes dengan penuh harap.
Selain mendoakan kemajuan daerah, Pak Yes juga menitipkan harapan khusus agar kondisi cuaca ke depan semakin bersahabat. Hal ini bertujuan agar aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat dapat berjalan lancar tanpa hambatan cuaca ekstrem.
Senada dengan harapan tersebut, Gus Iqdam dalam tausiyahnya menekankan bahwa berkumpul dalam majelis ilmu adalah bentuk ikhtiar spiritual yang sangat mulia, terutama di tengah situasi sulit. Ia menyoroti kondisi beberapa wilayah yang sedang berjuang menghadapi musibah alam.
“Ini kegiatan yang luar biasa. Apalagi saat ini ada sebagian wilayah yang sedang dilanda banjir. Salah satu ikhtiar kita dalam menghadapi berbagai persoalan adalah dengan mendekatkan diri kepada Allah dan memperbanyak doa kepada Sang Pencipta,” tutur Gus Iqdam di hadapan ribuan jamaah.
Di penghujung ceramahnya, Gus Iqdam mengajak seluruh jamaah yang hadir untuk tidak menyia-nyiakan sepuluh malam terakhir Ramadan. Ia mendorong masyarakat untuk mengoptimalkan ibadah, memperbanyak doa, serta melakukan introspeksi diri demi meraih keberkahan dan kemuliaan malam Lailatul Qadar.
Editor : Fatih