KLIKJATIM.Com | Jember – Sejumlah perempuan dari berbagai latar belakang profesi yang tergabung dalam Majelis Pengajian Adiba menggelar kegiatan sosial dengan membagikan paket sembako dan makanan berbuka puasa kepada anak-anak yatim piatu selama bulan Ramadan.
Kegiatan yang berlangsung di Kabupaten Jember tersebut merupakan bagian dari agenda rutin komunitas pengajian yang digelar secara berkala. Ketua Majelis Pengajian Adiba, Monicha Juanda, mengatakan bahwa komunitas tersebut terdiri dari perempuan dengan profesi yang beragam, mulai dari ibu rumah tangga, guru, dokter hingga anggota dewan dan akademisi. Meski memiliki latar belakang berbeda, seluruh anggota memiliki tujuan yang sama, yakni memperkuat ibadah sekaligus menebar manfaat bagi masyarakat. “Pengajian Adiba ini lahir dari inisiatif kami bersama. Anggotanya berasal dari berbagai profesi, namun kami memiliki satu visi yang sama, yaitu beribadah di jalan Allah sekaligus berbagi kepada sesama,” ujar Monicha saat ditemui di sela kegiatan, Minggu (15/3/2026). Ia menjelaskan, kegiatan pengajian biasanya dilaksanakan setiap dua bulan sekali. Sementara pada bulan ketiga, para anggota sepakat mengadakan kegiatan bakti sosial sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat sekitar. Beragam program sosial telah dilakukan komunitas tersebut, di antaranya memberikan santunan kepada anak yatim piatu, mengajak mereka berbelanja kebutuhan Lebaran, hingga menyalurkan paket sembako. Pada Ramadan tahun ini, Majelis Pengajian Adiba memilih menyalurkan bantuan berupa 50 paket sembako sekaligus paket makanan untuk berbuka puasa bersama anak-anak yatim piatu. “Beberapa kegiatan sebelumnya kami pernah mengajak anak-anak yatim berbelanja baju Lebaran di pusat perbelanjaan dan membeli kebutuhan pokok bersama. Kali ini kami memilih membagikan bingkisan sembako sekaligus takjil karena bertepatan dengan bulan Ramadan,” jelasnya. Monicha menambahkan, data penerima bantuan berasal dari usulan para anggota pengajian yang mengetahui secara langsung kondisi anak-anak yatim di lingkungan sekitar mereka. Cara tersebut dinilai lebih efektif agar bantuan tepat sasaran. “Biasanya anak yatim sudah terdata di panti asuhan. Namun untuk kegiatan ini, nama-nama penerima diusulkan langsung oleh anggota pengajian sesuai kondisi di lingkungan masing-masing,” terangnya. Kegiatan sosial tersebut juga mendapat dukungan dari para anggota pengajian serta sejumlah donatur dari luar komunitas. Bantuan yang diberikan pun beragam, mulai dari uang hingga paket sembako. Melalui kegiatan berbagi di bulan Ramadan ini, Monicha berharap semangat kepedulian sosial dapat terus tumbuh di tengah masyarakat, khususnya di kalangan perempuan dari berbagai profesi. “Kami berharap kegiatan sederhana ini dapat memberikan kebahagiaan bagi anak-anak yatim, terlebih menjelang Hari Raya Idulfitri,” pungkasnya.
Editor : Abdul Aziz Qomar