KLIKJATIM.Com | Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa kolaborasi yang solid atau istilahnya "nyekrup" antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Kodam V/Brawijaya merupakan kunci utama efektivitas pembangunan di wilayahnya.
Sinergi ini terbukti menjadi tulang punggung keberhasilan pelaksanaan berbagai Program Strategis Nasional (PSN) di Jawa Timur.
Baca juga: Sukses di Bisnis Landscape Nasional, M. Novianto Siap Bawa Inovasi Hijau untuk Kemajuan Lamongan
Hal tersebut disampaikan Gubernur Khofifah saat hadir sebagai pembicara kehormatan pada Rapat Pimpinan (Rapim) Kodam V/Brawijaya Tahun 2026 yang digelar di Gedung Balai Prajurit Kodam V/Brawijaya, Surabaya, Selasa (3/3/2026).
Gubernur Khofifah menekankan bahwa hubungan kerja sama ini tidak hanya manis di tingkat pimpinan, melainkan terjahit rapi hingga ke level operasional di kabupaten/kota.
“Sinergi dan kolaborasi itu menjadi bagian dari penguat efektivitas dan produktivitas kerja yang kita lakukan. Di Jawa Timur ini antara Pemprov dan Kodam V/Brawijaya sampai ke bawah, bupati/wali kota dengan para Dandim itu nyekrup,” ujar Khofifah di hadapan jajaran perwira Kodam V/Brawijaya.
Menurutnya, Kodam V/Brawijaya memiliki peran krusial dalam menyediakan data lapangan yang sangat detail, terutama terkait ketahanan pangan. Ia mencontohkan, data teknis jaringan irigasi hingga potensi lahan yang disuplai oleh Pangdam menjadi basis kebijakan yang ia bawa ke tingkat kementerian.
Sinergi ini membuahkan hasil nyata. Pada tahun 2025, Jawa Timur berhasil mempertahankan posisi sebagai produsen padi terbesar di Indonesia dengan catatan produksi padi 10,57 juta ton dan produksi beras 6,10 juta ton.
“Ini salah satu contoh betapa pentingnya sinergi Forkopimda. Kehadiran para Dandim menjadi bagian penting untuk saling mengawal, terutama dalam menjaga Lahan Sawah Dilindungi (LSD) dan Luas Tambah Tanam (LTT) sebesar 1,8 juta hektare,” tambahnya.
Selain pangan, kolaborasi ini juga menyasar sektor hunian dan gizi masyarakat:
- Rutilahu: Periode 2019–2025 telah terbangun 35.401 unit Rumah Tidak Layak Huni dan 2.062 unit jamban keluarga. Tahun 2026, target pembangunan ditambah 1.700 unit Rutilahu.
- Makan Bergizi Gratis (MBG): Hingga 2 Maret 2026, tercatat 8,56 juta penerima manfaat di Jatim dengan dukungan 3.743 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Gubernur juga menyampaikan terima kasih atas peran TNI dalam menyukseskan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, termasuk program pembangunan tiga juta rumah dan penguatan KDKMP.
Sementara itu, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin menyambut hangat apresiasi Gubernur. Ia menegaskan bahwa Rapim ini merupakan ajang evaluasi dan penyamaan visi untuk menindaklanjuti arahan Mabes TNI serta mendukung kebijakan pemerintah daerah.
“Kami menggunakan forum ini untuk konsolidasi dalam menghadapi tahun 2026. Arahan dari Ibu Gubernur akan kami jadikan pedoman dalam menyukseskan program pusat maupun daerah di wilayah Jawa Timur,” tegas Mayjen Rudy.
Pangdam juga mengapresiasi dukungan hibah dari Pemprov Jatim yang digunakan untuk renovasi sarana dan prasarana di lingkungan Kodam. Ia memastikan seluruh jajarannya siap menjaga kondusivitas keamanan demi mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Editor : Fatih