Reses di Menganti, Pondra Priyo Utomo Serap Aspirasi Soal Jalan Rusak, Banjir hingga Insentif Kader Posyandu

Reporter : Abdul Aziz Qomar
Reses serap aspirasi, yang dilakukan Anggota DPRD Gresik Dapil Menganti - Kedamean, Pondra Priyo Utomo (Dok)

KLIKJATIM.Com | Gresik – Anggota DPRD Gresik Fraksi PKB, Pondra Priyo Utomo, menggelar Reses Masa Persidangan II Tahun Sidang II 2026 dengan suasana santai dan dialogis, Minggu (15/2/2026). Wakil Ketua Komisi IV DPRD Gresik tersebut menyerap aspirasi ratusan warga dari berbagai unsur di Kecamatan Menganti dan Kedamean.

Hadir dalam forum itu perwakilan MWC NU, MUI, Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S), kader posyandu, perangkat desa, BPD, FKDT (Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah), hingga FKPQ. Dalam sambutannya, Pondra menyampaikan bahwa mayoritas usulan masyarakat berkaitan dengan peningkatan pelayanan publik serta pembenahan infrastruktur, khususnya di wilayah Menganti.

Baca juga: Prioritaskan Jalan Poros Desa, Pemkab dan DPRD Gresik Siapkan Penanganan Bertahap

“Banyak masukan yang kami terima, mulai dari pendidikan, kesehatan, infrastruktur jalan, hingga penanganan banjir dan sampah. Ini menjadi catatan penting untuk kami tindak lanjuti di Komisi IV,” ujarnya.

Salah satu keluhan yang mencuat datang dari kader posyandu. Mereka mengaku adanya penambahan tugas dan beban kerja yang tidak diiringi dengan peningkatan insentif. Warga berharap ada perhatian serius dari pemerintah daerah terhadap kesejahteraan kader yang menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat tersebut.

Dari sektor pendidikan, guru dan K3S mengusulkan perbaikan sejumlah ruang kelas yang rusak. Selain itu, akses jalan menuju beberapa sekolah dilaporkan tergenang air saat musim hujan, sehingga mengganggu kegiatan belajar mengajar.

Persoalan infrastruktur jalan juga menjadi sorotan. Warga mengeluhkan kondisi jalan poros desa di wilayah perbatasan Gresik–Surabaya, khususnya jalur Randu Padangan menuju Benowo, serta jalan poros desa di Mojotengah dan Desa Menganti yang dinilai perlu perbaikan.

Baca juga: Ranperda RTRW Gresik Disetujui DPRD, Jadi Acuan Pembangunan 20 Tahun ke Depan

Tak hanya itu, penataan drainase di Desa Menganti, terutama di sekitar pasar dan terminal, menjadi perhatian karena kerap banjir saat hujan turun. Permasalahan serupa juga terjadi di sejumlah desa lain. Keluhan mengenai sampah yang menumpuk turut disampaikan warga dan diminta ada solusi terpadu dari pemerintah daerah.

Di bidang ekonomi, masyarakat berharap adanya dukungan dan bantuan pemerintah untuk pelaku UMKM serta kelompok usaha pertanian dan peternakan agar mampu berkembang dan meningkatkan kesejahteraan warga.

Aspek keselamatan lalu lintas juga menjadi perhatian. Warga mengusulkan pemasangan rambu lalu lintas di perempatan Masjid Mojotengah karena sering terjadi kecelakaan, termasuk pejalan kaki yang tertabrak. Selain itu, kemacetan di perempatan Menganti setiap pagi juga dikeluhkan dan diminta ada rekayasa lalu lintas atau penanganan khusus.

Baca juga: DPRD Gresik Raih Penghargaan JDIH Terbaik I se-Jawa Timur

Sementara dari unsur pendidikan keagamaan, masyarakat berharap adanya skema belanja hibah untuk madrasah dan pondok pesantren. Mereka menilai masih banyak lembaga pendidikan swasta yang kondisinya memprihatinkan dan membutuhkan perhatian pemerintah.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Pondra menegaskan komitmennya untuk mengawal setiap usulan agar dapat dibahas dalam rapat-rapat komisi dan disinergikan dengan OPD terkait.

“Semua aspirasi ini akan kami perjuangkan sesuai kewenangan yang ada. Reses ini menjadi momentum penting untuk memastikan kebijakan daerah benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” tegasnya.

Editor : Abdul Aziz Qomar

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru