Inovasi Gizi, Poltera Sampang Ciptakan MP-ASI dari Jamur Tiram Bersama Petani Lokal

klikjatim.com
KOLABORASI: Kampus Politeknik Negeri Madura (Poltera) Kabupaten Sampan bersama petani lokal Desa Omben menciptakan Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) berbahan dasar yang bernutrisi tinggi dan ramah anak dari jamur tiram.

KLIKJATIM.Com | Sampang – Politeknik Negeri Madura (Poltera) Kabupaten Sampang berkolaborasi dengan kelompok petani jamur tiram di Desa Omben untuk menciptakan Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) bernutrisi tinggi. Inovasi ini menjadi bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) 2025 yang bertujuan untuk menyediakan alternatif pangan sehat bagi anak-anak sekaligus meningkatkan ekonomi petani.

Program ini didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI. Sejak Juni 2025, tim dari Poltera telah melakukan serangkaian kegiatan, mulai dari diskusi kelompok terarah (Focus Group Discussion), pelatihan, hingga pendampingan intensif. Jamur tiram dipilih sebagai bahan utama karena kaya akan protein nabati dan serat. Hasil inovasi ini berupa bubur bayi instan berbasis tepung jamur tiram yang praktis dan bergizi.

Baca Juga : Aksi Emak Emak Nekat Mengejar Maling di Sampang Viral di Media Sosial

Baca juga: MPM Innovation Day 2026: Perkuat Budaya Inovasi melalui Tema Think Beyond The Frame

Ketua tim pelaksana, Cucun Setya Ferdina, menjelaskan bahwa kolaborasi ini tidak hanya berfokus pada inovasi produk.

Baca juga: Konsisten Berkinerja Sangat Baik, Bank Sampang Raih Penghargaan The Best Regional Champion 2026

"Program ini tidak hanya fokus pada inovasi produk, tetapi juga membuka akses pasar dan meningkatkan nilai tambah dari komoditas lokal," jelasnya, Kamis (18/9/2025).

Tim Poltera, yang terdiri dari tiga dosen dan dua mahasiswa, bekerja sama dengan UMKM lokal Omah Jamur Hijrah milik Abd. Hakki. Sinergi ini diharapkan dapat membantu petani untuk meningkatkan kapasitas ekonomi dan memberikan kontribusi nyata dalam upaya penurunan angka stunting.

Baca Juga : Polres Sampang Amankan 26 Pelaku selama Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2025
Cucun menuturkan respon dari petani jamur tiram sangat positif. Mereka merasa terbantu dengan pelatihan yang diberikan dan melihat peluang baru dalam pengembangan produk olahan jamur.

Baca juga: Innova Oleng dan Hantam Truk Trailer di Jalur Bojonegoro–Babat, Satu Korban Dilarikan ke Rumah Sakit

"Kolaborasi ini membuktikan peran penting akademisi dalam menghasilkan solusi konkret untuk isu gizi dan pemberdayaan ekonomi lokal," tutupnya.

Editor : fadil

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru