Diduga Gaji Macet 22 Bulan, KMP DBS III Terhenti Selama Lima Bulan

klikjatim.com
MANDEG. KMP Dharma Bahari Sumekar III terparkir di Pelabuhan Kalianget akibat mogok kerja dan perbaikan mesin. (Istimewa/KLIKJATIM.Com)

KLIKJATIM.Com | Sumenep – PT. Sumekar menjadi sorotan publik akibat persoalan internal yang berlarut-larut. Keterlambatan pembayaran gaji karyawan selama 22 bulan telah memicu aksi mogok kerja, yang mengakibatkan seluruh operasional Kapal Motor Penumpang (KMP) Dharma Bahari Sumekar (DBS) III terhenti.

Kapal milik Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Sumenep itu telah mandek selama hampir lima bulan, sejak April 2025, dan kini hanya terparkir di Pelabuhan Kalianget.

Baca juga: Sambut Libur Sekolah, Hotel Santika Gresik Hadirkan Promo Staycation 'School Holiday is Coming'

Komisaris PT. Sumekar, Muhammad Romli, menyatakan bahwa kapal kemungkinan akan kembali beroperasi dalam waktu dekat setelah pihaknya melakukan rapat dengan seluruh kru. Namun, Romli menjelaskan bahwa alasan kapal tidak berlayar bukan hanya karena masalah internal, tetapi juga adanya kendala teknis.

Baca Juga : Sumenep Tampil Memukau di WACI 2025, Angkat Pesona Topeng dan Muang Sangkal
"Terdapat kerusakan pada mesin kapal, khususnya di bagian generator, yang perlu perbaikan," ujar Romli, Senin (11/8).

Baca juga: Honda Premium Matic Day Blitar Meriahkan Akhir Pekan, Padukan Komunitas Motor dan Program UKH

Di sisi lain, Direktur PT. Sumekar, Syaiful Bahri, belum bisa memberikan jadwal pasti kapan kapal akan beroperasi. Ia menegaskan bahwa pihaknya masih menunggu selesainya perbaikan generator.

Baca juga: Pamit ke Ladang Usai Ashar, Lansia di Sumenep Ditemukan Meninggal Dunia

Namun, Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setkab Sumenep, Dadang Dedy Iskandar, optimistis KMP DBS III akan kembali melayani penumpang dalam waktu dekat. Ia menargetkan kapal tersebut sudah bisa berlayar paling lambat pekan depan.

Baca Juga : Harga Tembakau Anjlok, Petani Sumenep Terancam Rugi Besar di Musim Panen 2025
"Minggu depan beroperasi, saat ini perbaikan generator sedang diselesaikan," pungkas Dadang. (yud) 

Editor : Hendra

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru