PPDI Sampang Minta Informasi ULD PB Bisa Jangkau Pelosok Desa

klikjatim.com
Melalui Unit Layanan Disabilitas Penanggulangan Bencana (ULD PB) , kelompok rentan dapat layanan khusus agar tidak tertinggal ketika menghadapi bencana.

KLIKJATIM.Com | Sampang - Kaum Disabilitas Kabupaten Sampang kini mendapat perhatian yang sama dalam hal pelayanan bencana. Melalui Unit Layanan Disabilitas Penanggulangan Bencana (ULD PB) , kelompok rentan dapat layanan khusus agar tidak tertinggal ketika menghadapi bencana.

Baca juga: Kajari Sampang Harap Kasi Pidum Baru Perkuat Sinergi Internal

Ketua ULD PB Sampang, Zahruddin menjelaskan bahwa unit tersebut hadir untuk menciptakan kebencanaan yang inklusif dan berkeadilan. “Selama ini kita belum memisahkan bagaimana cara penyandang disabilitas menangani bencana. Komunikasi dengan mereka harus khusus, misalnya menggunakan simbol atau tanda tertentu,” jelas Zaharuddin, Selasa (5/8/2025).

Bagi Zahruddin, penyandang disabilitas bukan sekadar penerima bantuan, tetapi juga memiliki kemampuan untuk berperan aktif dalam penanggulangan bencana. “Masyarakat sering memandang disabilitas sebagai beban. Padahal mereka punya potensi. Teman-teman disabilitas harus dilibatkan agar bisa membantu saat bencana,” ujarnya.

Saat ini ULD PB melakukan sosialisasi kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sekaligus melakukan pendataan penyandang disabilitas di seluruh kecamatan. “Kami akan melibatkan OPD agar data lebih terkoordinasi,” ucapnya.

Baca juga: Kajari Sampang Lantik Kasi Pidum Baru, Tekankan Penguatan Sinergi dan Inovasi Pelayanan

Sementara itu, Sekretaris Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Sampang, Nur Illiati menegaskan akan pentingnya keterlibatan aktif penyandang disabilitas dalam penanggulangan bencana.

"Teman-teman disabilitas harus paham penanggulangan bencana. Jangan hanya sebatas penerima manfaat, tetapi juga harus mampu menjadi anggota ULD PB,” tegas Illiati.

Baca juga: PT Garam Tak Muncul, DPRD Sampang Tegaskan Akan Panggil Ulang

Menurutnya, edukasi harus menjangkau seluruh pelosok dengan memanfaatkan media sosial dan jaringan multimedia. “Kami perlu berkolaborasi agar pesan kebencanaan sampai ke pelosok desa. Edukasi juga harus disesuaikan, misalnya untuk tunanetra dan tuna wicara yang membutuhkan pendamping serta penerjemah bahasa isyarat,” sarannya.

Illiati meminta semua pihak mendukung ULD PB, termasuk sekolah luar biasa dan komunitas disabilitas. “Upaya ini diharapkan dapat menyemangati penyandang disabilitas agar lebih mandiri dan ikut berperan dalam menghadapi bencana,” pungkasnya. (ris)

Editor : fadil

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru