Ngaku Termakan Janji Manis, Dua ABK Nekat Lompat dari Kapal Lalu Terdampar di Jember

klikjatim.com
Dua ABK yang melompat dari kapal pencari ikan saat di Pos TNI AL Puger (Hatta/Klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Jember – Pengalaman pahit dialami dua anak buah kapal (ABK) asal Cirebon dan Jakarta, yakni Sutiari (25) dan Muhammad Julianda Gibran (21). Keduanya nekat melompat dari kapal pencari ikan demi menyelamatkan diri dari kondisi kerja yang tidak sesuai harapan.

Keduanya ditemukan terdampar di Pantai Nusa Barung, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Senin (19/5/2025), dan saat ini diamankan di Pos TNI AL Puger.

Baca juga: Kejar Nyambik di Sungai, Pemuda Tanggul Tewas Tenggelam

Diselamatkan oleh personel Marinir dari Satgasmar Pengamanan Pulau Terluar (Pam Puter), Sutiari dan Gibran mengaku kapok bekerja sebagai ABK. Mereka memilih mencari pekerjaan yang lebih aman di darat dan bertekad lebih selektif dalam menerima tawaran kerja.

Menurut pengakuan mereka, tawaran bekerja sebagai ABK didapatkan dari media sosial, dengan iming-iming penghasilan besar. Namun, kenyataannya jauh dari ekspektasi. Perjanjian kerja tidak sesuai, dan mereka merasa tertipu.

"Harapan saya sekarang bisa dipulangkan ke kampung halaman dan bertemu keluarga. Saya ingin mencari pekerjaan yang lebih layak dan aman. Semoga kejadian ini tidak terulang lagi. Saya masih diberi kesempatan hidup oleh Tuhan," kata Sutiari saat ditemui di Pos AL Puger, Rabu (21/5/2025).

Ia menambahkan, sebelumnya sempat mendapat tawaran kerja sebagai tukang scafolding dan petugas pembersih kaca gedung tinggi, namun ragu karena persyaratan dan penghasilan yang belum pasti. Kini ia mempertimbangkan bekerja di sektor yang lebih aman, seperti di depo air isi ulang.

Hal senada disampaikan Gibran. Ia juga berharap bisa segera pulang dan memulai hidup baru.

Baca juga: Warga Jember Merapat! Beli Motor Honda Sekarang, Berpeluang Bawa Pulang Honda PCX160 Gratis

"Soal kepulangan, kami masih menunggu info dari Polairud. Katanya nanti akan dititipkan ke travel, karena dokumen seperti KTP ditahan perusahaan, jadi tidak bisa naik kereta atau bus umum," jelas Gibran.

Baca juga: Lompat dari Kapal, Dua ABK Ditemukan Selamat di Pulau Nusa Barung
Saat ini, mereka masih menjalani pemulihan di Pos AL Puger. Proses pengurusan surat kehilangan dokumen sedang dilakukan untuk memfasilitasi perjalanan pulang ke daerah asal masing-masing.

"Pak polisi akan bantu dengan surat kehilangan. Nantinya juga akan dibuatkan surat keterangan domisili. Sejauh ini kami baru menghubungi keluarga, belum ke pemerintah desa," tambahnya.

Menanggapi kejadian ini, Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Banyuwangi, Letkol Laut (P) M. Puji Santoso, mengimbau masyarakat untuk berhati-hati menerima tawaran kerja, khususnya di sektor kelautan.

“Semoga ini menjadi pelajaran bagi masyarakat. Jangan mudah tergiur iming-iming gaji tinggi tanpa mengetahui jelas informasi perusahaan. Pekerjaan di laut wajib dilengkapi dengan perjanjian kerja laut yang mengatur hak dan kewajiban kedua pihak,” tegas Letkol Puji.

Baca juga: Pertama di Jember! Festival Bogasari 2026 Targetkan 15 Ribu Pengunjung, Manjakan Lidah dengan Ratusan Kuliner

Ia menambahkan, kurangnya pemahaman tentang kontrak kerja dan hak sebagai ABK bisa membuka peluang terjadinya eksploitasi.

“Keamanan dan hak-hak ABK sudah diatur. Namun karena kurang informasi, kejadian seperti ini masih bisa terjadi,” pungkasnya.

Jika kamu ingin versi yang lebih ringkas atau gaya yang cocok untuk media sosial, saya juga bisa bantu. (qom)

Editor : Muhammad Hatta

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru