KLIKJATIM.Com | Bojonegoro—Pembangunan kaki jembatan (abutment) untuk Jembatan Kanor-Rengel (Kare) dianggarkan Rp 47 miliar. Jembatan Kare akan dibangun dengan konstruksi rangka baja berstandar kelas A.
Kabid Jembatan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Bojonegoro, Wardi mengatakan, saat ini pembangunan kaki jembatan belum dimulai. Sebab, hingga saat ini masih dilakukan proses pembebasan lahan.
Baca juga: Laka Maut di Tikungan Gumitir: Nekat Mendahului, Truk Hantam Pengendara Motor Hingga Tewas
"Setelah selesai baru bisa progres abutment, " katanya, di Bojonegoro, Kamis (23/4/2020).
[irp]
Dijelaskan Wardi, Jembatan Kare rencanannya akan mulai dibangun tahun 2020 dengan menggunakan APBD Bojonegoro. Jembatan tersebut nantinya akan menjadi jalur alternatif yang menhubungkan Bojonegoro dan Tuban.
“Untuk pembangunan kaki jembatan saja dianggarkan Rp 47 miliar,” jelasnya.
Baca juga: Sakit Hati Berujung Pidana, Pemuda di Sampang Nekat Sebar Video Pornografi Hasil Rekam Layar
Wardi menambahkan, Jembatan Kare nantinya akan menjadi asset milik Pemkab Bojonegoro. Sebab, biaya pembangunannya menggunakan APBD Bojonegoro. Kecuali, tambah dia, anggaran pembebasan lahan di sisi Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban.
“Anggaran itu (Rp 47 miliar) belum keseluruhan. Nanti untuk pembangunan badan jembatan akan dianggarkan lagi pada tahap II,” terang Wardi.
[irp]
Baca juga: Guncang Blitar, MPM Honda Jatim Hadirkan "Laki Code": Dari Kontes Modifikasi hingga Night Ride Seru
Ketua Komisi D DPRD Bojonegoro, Abdullah Umar mengatakan, total anggaran keseluruhan pembangunan Jembatan Kare itu senilai Rp 95 miliar. Tahap pertama telah dianggarkan untuk pembangunan kaki jembatan senilai Rp 47 miliar.
“Pembangunan tahap pertama pembangunan kaki jembatan, tahap kedua pembangunan badan jembatan,” kata Umar yang duduk di Komisi Bidang Pembangunan DPRD Bojonegoro.
Jembatan Kare dijadwalkan akan mulai dibangun tahun ini. Saat ini sedang berjalan proses pembebasan lahan. Jembatan tersebut akan dibangun dengan panjang 222 meter dan lebar 9 meter. (mkr)
Editor : M Nur Afifullah