Usai Laka Kereta di Gresik, Perlintasan Sebidang Indro–Kandangan Ditutup Permanen

Reporter : Abdul Aziz Qomar
Pagar telah dipasang di perlintasan tempat kecelakaan kereta api di Gresik yang menewaskan Asisten Masinis (Ist)

KLIKJATIM.Com | Gresik - Dalam upaya menjaga keselamatan dan keamanan perjalanan kereta api serta pengguna jalan, sejumlah pihak terkait sepakat menutup Perlintasan Sebidang Nomor 11 yang terletak di antara Stasiun Indro dan Stasiun Kandangan.

Keputusan ini diambil usai terjadi kecelakaan Kereta Api Commuter Line KA 470 CL Jenggala rute Stasiun Indro Gresik - Sidoarjo karena trailer melintang di atas rel. Kecelakaan ini menyebabkan Asisten Masinis meninggal dunia. Karena itu, berdasarkan hasil evaluasi bersama, menunjukkan tingginya potensi risiko kecelakaan di lokasi tersebut.

Baca juga: Lansia Meninggal Dunia Tertabrak Kereta di Jalur Rel Ngasinan Menganti Gresik 

Penutupan ini disepakati oleh PT KAI Daop 8 Surabaya, Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Surabaya, Dinas Perhubungan Kabupaten Gresik, Polsek dan Koramil Kebomas, Kecamatan Kebomas, serta Kelurahan Tenggulunan.

Baca juga: Trailer Melintang di Tengah Rel, Picu Kecelakaan Kereta Api di Gresik — Asisten Masinis Meninggal Dunia

Manajer Humas PT KAI Daop 8 Surabaya menjelaskan bahwa langkah ini merupakan upaya preventif untuk mencegah terjadinya insiden serta sebagai wujud komitmen bersama dalam meningkatkan keselamatan transportasi. Sebelum pelaksanaan, koordinasi intensif telah dilakukan agar proses penutupan berjalan lancar dan tidak menimbulkan gangguan signifikan bagi masyarakat sekitar.

Baca juga: Trailer Melintang di Tengah Rel, Picu Kecelakaan Kereta Api di Gresik — Asisten Masinis Meninggal Dunia
Penutupan Jalan Perlintasan Langsung (JPL) No. 11 di Km 7 + 639 antara Stasiun Indro dan Stasiun Kandangan dilakukan mulai malam kemarin (8/4), dengan pemasangan patok serta pembongkaran jalan aspal dan cor di area perlintasan.

Perlintasan sebidang yang melintasi permukiman warga dan kawasan industri sering kali menimbulkan risiko keselamatan. Oleh karena itu, PT KAI terus berupaya menutup perlintasan sebidang yang tidak memenuhi standar dan regulasi, mengingat lokasi seperti ini kerap menjadi titik rawan kecelakaan lalu lintas.

“Kami terus mengimbau masyarakat untuk selalu disiplin dalam berlalu lintas, terutama saat melintasi perlintasan sebidang. Rambu lalu lintas merupakan alat utama keselamatan. Sementara palang pintu dan penjaga hanya bersifat pendukung. Solusi utama untuk menghindari kecelakaan di perlintasan adalah disiplin,” tegas Luqman. (qom)

Editor : Abdul Aziz Qomar

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru