KLIKJATIM.Com | Bojonegoro - Pencarian korban seorang kakek yang tenggelam di Bengawan Solo beberapa hari yang lalu akhirnya membuahkan hasil, korban ditemukan setelah 16 hari pencarian. Penemuan tersebut dari lokasi kejadian berjarak kurang lebih 15 km tepatnya di bawah Jembatan Kare Bojonegoro, Desa Semambung, Kecamatan Kanor.
"Korban ditemukan kurang lebih 15 km dari titik tengelam," ujar Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Bojonegoro, Laela Nor Aeny Rabu (5/2/2025).
Baca juga: Pemkab Bojonegoro Imbau ASN Konsumsi Produk Lokal Melalui GASPOL
Informasi awal penemuan jasad Tasam (60) itu dari penambang pasir yang ada di sekitaran Bengawan Solo Jembatan Kare. Kemudian dilaporkan kepada BPBD dan selanjutnya melakukan evakuasi terhadap korban.
"Saat ini jenazah dibawa ke RSUD Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro untuk dilakukan visum," ungkapnya.
Sebelumnya diberitakan, seorang warga di Desa Kanor, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro dilaporkan hanyut tenggelam di Sungai Bengawan Solo. Korban bernama Taslam (60) ini, diduga terpeleset saat mencari kayu di pinggir sungai, Selasa (21/1/2025).
Kronologi kejadian bermula pada sekitar pukul 15.00 WIB, Taslam sedang mencari kayu bakar di tepian sungai Bengawan Solo, kemudian terpeleset dan terbawa arus, di mana kondisi tinggi muka air (TMA) saat ini sedang tinggi.
Baca juga: Polres Bojonegoro Beri Pemahaman Pelajar Melek Teknologi Digital
"Dan salah satu warga melihat korban tenggelam segera melapor dan mencari pertolongan,” pungkasnya. (gin)
Baca juga: Sambut Kajari Baru, Bupati Bojonegoro Dorong Pendampingan Hukum Preventif untuk Kawal Pembangunan Daerah
Editor : M Nur Afifullah