KLIKJATIM.Com | Jombang - RSUD Jombang terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, salah satunya ada Poli Gigi yang memberikan layanan dental splinting guna stabilkan gigi yang goyah.
“Jangan ragu memeriksakan gigi ke Dokter Gigi, jikalau terasa goyah atau muncul rasa sakit. Kami akan membantu untuk melihat, memeriksa, mencari solusi pengobatan dengan cara penanganan yang tepat agar kondisi gigi anda sehat dan tidak mudah tanggal," pesan Dokter Gigi spesialis Poli Gigi RSUD Jombang, dr Rahardi Satrya Nugraha, Sp.Perio dalam kegiatan Humas RSUD Menyapa, Kamis 17 Oktober 2024.
Teruntuk pasien dengan keluhan gigi goyah, salah satu upaya penanganannya yakni dengan dental splinting.
"Prosedur yang digunakan untuk mestabilkan gigi goyah atau mengalami cidera. Biasanya menggunakan material khusus untuk pengikat gigi dengan gigi disekitarnya," ungkapnya.
Prosedur tersebut dilakukan dengan tujuan mengurangi mobilitas gigi yang goyah, mencegah kerusakan lebih lanjut, menghindari kerusakan jaringan periodontal, membantu penyembuhan, mendukung proses penyembuhan gigi dan jaringan disekitarnya, memberikan rasa nyaman, mengurangi ketidaknyamanan gigi yang goyah.
Lebih jauh Dokter Gigi Rahardi mengungkapkan penyebab gigi goyah diantaranya, gigi mengalami trauma, infeksi gusi, cidera akibat benturan, akar gigi patah, tulang rahang patah atau penyebab lain seperti posisi gigi tidak sejajar.
"Aplikasi splinting, ini bisa dilakukan dengan memasang bahan splinting sesuai dengan kebutuhan dan teknik yang ditentukan, untuk waktu permanen atau untuk sementara," jelasnya.
Setelah dilakukan splinting, pasien perlu melakukan perawatan mandiri, seperti menghindari makanan bertekstur keras, menjaga kebersihan mulut dengan menyikat gigi secara rutin dan hati-hati.
“Terakhir, menghadiri janji kontrol untuk memantau kondisi gigi. Kepentingan kontrol ini untuk kebutuhan pasien itu sendiri, agar tetap stabil sehat, nyaman dalam beraktifitas sehari-hari,” urainya.
Baca juga: Semarakkan Jombang Fest 2024, Perumdam Tirta Kencana Tebar DiskonIa juga berpesan, menyikapi sering terjadinya keluhan para pengunjung ke Poli Gigi RSUD Jombang, sekitar 20 – 30 orang pasien setiap hari karena sakit gigi bengkak, lubang, atau goyah.
Baca juga: Polres Jombang Ungkap Praktik Ilegal Pengoplosan LPG Subsidi, Dua Orang Diamankan
“Jangan berprasangka kalau periksa ke dokter gigi pasti nanti dicabut,” tandasnya.
Dokter Gigi Rahardi, spesialis Periodonsia alumnus Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga Surabaya tahun 2014 ini juga memberi saran kepada masyarakat agar rutin melakukan pemeriksaan gigi setiap enam bulan sekali.
"Jadi tidak perlu menunggu gangguan sakit muncul pada gigi," tandasnya.
Menurutnya banyak penyebab kenapa gigi menjadi terasa goyah, rata-rata disebabkan kondisi jaringan sekitar penyangga gigi kurang baik, tidak sehat dikarenakan berbagai sebab.
Untuk itu, dokter gigi di Poli Gigi RSUD akan memeriksanya, memfoto rontgen guna menganalisa penyebab utama yang menimbulkan kegoyahan gigi tersebut.
Baca juga: Kejari Jombang Tahan Pegawai Bank Terkait Dugaan Kredit Fiktif
Dari hasil pemotretan itu, akan bisa dilakukan tindakan, misalnya diobati, diperbaiki, dipertahankan, atau dilakukan upaya lain.
“Mencabut gigi merupakan upaya medis terakhir,”ujar dokter yang sudah 10 tahun bertugas di RSUD Jombang ini.
Pemeriksaan gigi rutin ke dokter tidak ditentukan faktor usia, setidaknya, dilakukan sejak usia dini karena fase pergantian gigi berawal pada usia anak. Untuk itu, Poli Gigi RSUD Jombang buka setiap hari Senin – Jum’at, pukul 08.00 – 15.00 WIB.
“Pemeriksaan dan pengobatan paling butuh waktu 15 - 20 menit,” pungkasnya. (qom)
Editor : Diana