Pemkab Jember Ajak Masyarakat Tak Kucilkan Penderita Corona

klikjatim.com
Bupati Jember, Faida saat menyampaikan sambutan. (Abdus Syukur/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Jember - Pemda Kabupaten Jember mengimbau masyarakatnya untuk tenang dan tidak panik terkait mewabahnya coronavirus disease 2019 (Covid-19) atau virus corona. Walaupun begitu, namun harus tetap waspada dengan mengikuti anjuran dari pemerintah.

Bupati Jember, Faida melalui Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadiskominfo), Gatot Triyono mengajak semua elemen masyarakat untuk bersama-sama membantu memerangi penyebaran Covid-19. Caranya dengan melakukan upaya pencegahan sesuai anjuran pemerintah, yaitu mulai dari menjaga jarak atau kontak fisik hingga mengurangi segala risiko penularan.

Baca juga: Polres Jember Tangani 25 Kasus Narkoba, Jaringan Peredaran hingga Bali Terbongkar

[irp]

"Masyarakat juga jangan mengucilkan warga penderita Covid-19 baik ODP (Orang Dalam Pemantauan), ODR (Orang Dalam Risiko) dan OTG (Orang Tanpa Gejala) dalam pergaulan sosial yang justru akan membuat mereka merasa tidak nyaman," ungkapnya.

Baca juga: Ekonomi Jember Tumbuh 6,35 Persen pada Triwulan I 2026, Tertinggi di Sekar Kijang dan Lampaui Jawa Timur

Bahkan, kata Gatot, alangkah baiknya semua masyarakat bisa saling berbagi dan bahu membahu untuk memperbaiki sektor perekonomian akibat pandemi Covid-19. Karena tidak sedikit masyarakat yang profesinya bergantung pada upah harian.

[irp]

Baca juga: Polisi Ungkap Curanmor di Jember, Satu Residivis Ditangkap dan Terlibat 18 TKP

"Mari kita saling bahu membahu, saling membantu sesama meringankan beban saudara-saudara kita. Saat ini memang masa sulit, sepertinya semua lapisan masyarakat terdampak. Banyak saudara kita yang dalam kondisi kesulitan secara ekonomi," tandasnya.

iketahui, data perkembangan kasus Covid-19 di Jember per 10 April 2020 menyebutkan jumlah positif corona 2 orang dengan rincian satu pasien meninggal. Kemudian Pasien Dalam Pengawasan (PDP) tercatat 19 orang, 791 Orang Dalam Pemanataun (ODP) dan 6.965 Orang Dalam Risiko. (hen)

Editor : Abdus Syukur

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru