Pemkab Jember Ajak Masyarakat Tak Kucilkan Penderita Corona

klikjatim.com
Bupati Jember, Faida saat menyampaikan sambutan. (Abdus Syukur/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Jember - Pemda Kabupaten Jember mengimbau masyarakatnya untuk tenang dan tidak panik terkait mewabahnya coronavirus disease 2019 (Covid-19) atau virus corona. Walaupun begitu, namun harus tetap waspada dengan mengikuti anjuran dari pemerintah.

Bupati Jember, Faida melalui Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadiskominfo), Gatot Triyono mengajak semua elemen masyarakat untuk bersama-sama membantu memerangi penyebaran Covid-19. Caranya dengan melakukan upaya pencegahan sesuai anjuran pemerintah, yaitu mulai dari menjaga jarak atau kontak fisik hingga mengurangi segala risiko penularan.

Baca juga: Kekeringan Jember Meluas ke 7 Kecamatan, BPBD Salurkan 282.500 Liter Air Bersih

[irp]

"Masyarakat juga jangan mengucilkan warga penderita Covid-19 baik ODP (Orang Dalam Pemantauan), ODR (Orang Dalam Risiko) dan OTG (Orang Tanpa Gejala) dalam pergaulan sosial yang justru akan membuat mereka merasa tidak nyaman," ungkapnya.

Baca juga: Setelah 12 Tahun, Damkar Jember Dapat Armada Baru, Lebih Canggih dan Lincah

Bahkan, kata Gatot, alangkah baiknya semua masyarakat bisa saling berbagi dan bahu membahu untuk memperbaiki sektor perekonomian akibat pandemi Covid-19. Karena tidak sedikit masyarakat yang profesinya bergantung pada upah harian.

[irp]

Baca juga: Sambut HUT Ke-81 RI, Relawan Jember Gelar Safari Merah Putih: Konvoi Hingga Bentangkan Kain 81 Meter

"Mari kita saling bahu membahu, saling membantu sesama meringankan beban saudara-saudara kita. Saat ini memang masa sulit, sepertinya semua lapisan masyarakat terdampak. Banyak saudara kita yang dalam kondisi kesulitan secara ekonomi," tandasnya.

iketahui, data perkembangan kasus Covid-19 di Jember per 10 April 2020 menyebutkan jumlah positif corona 2 orang dengan rincian satu pasien meninggal. Kemudian Pasien Dalam Pengawasan (PDP) tercatat 19 orang, 791 Orang Dalam Pemanataun (ODP) dan 6.965 Orang Dalam Risiko. (hen)

Editor : Abdus Syukur

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru