KLIKJATIM.Com | Gresik — Puluhan kelompok peternak di Kabupaten Gresik yang tergabung dalam Komunitas Tani dan Peternakan Gresik mendeklarasikan dukungan kepada Gus Muhaimin agar maju sebagai calon Presiden di pemilu 2024.
Mereka memutuskan mendukung Muhaimin lantaran dinilai terhadap komitmen pertanian, dan pentingnya ketahanan pangan.
Baca juga: Sambut HUT ke-81 RI, Pemkab Gresik Beri Keringanan Pajak Daerah
"Dan kedekatan dengan petani dan peternak, menjadi alasan bagi kami untuk mendukung Gus Muhaimin maju capres," kata Koordinator Komunitas Tani dan Peternakan Gresik, Muslihin, Jum'at (07/07/ 2023) di Kecamatan Dukun.
Menurutnya, nasib petani semakin terpuruk dengan dicabutnya berbagai komoditas yang mendapatkan pupuk subsidi dari pemerintah. Kondisi tersebut membuat biaya produksi untuk pertanian semakin tinggi. Sebab, petani harus membeli pupuk non subsidi yang harganya lebih mahal.
Baca juga: Bendera Merah Putih Raksasa 5x15 Meter Berkibar di Tebing Kapur Sekapuk Gresik
"Kami percaya Gus Muhaimin mampu memberikan perhatian pada wong cilik di Gresik dan seluruh daerah di Indonesia, Apalagi, Gus Muhaimin merupakan politisi yang lahir dari bawah, yang memahami kondisi wong cilik termasuk petani dan peternak," tandasnya.
Baca juga: Komunitas Petani Tambak Gresik di Kecamatan Duduksampeyan Dukung Gus Muhaimin Maju Capres 2024Di sektor peternakan juga mengalami kendala yang sama dengan petani. Karena harga pakan sering mahal bagi peternak ayam. Sedangkan harga jual daging ayam seringkali lebih rendah di pasaran. Praktis, peternak ayam merugi.
Kalau peternak sapi seringkali dirugikan dengan kebijakan pemerintah yang membuka kran impor daging. Praktis, harga daging sapi produk dari peternak menjadi murah karena persaingan dengan daging impor yang membajiri pasaran.
Baca juga: Lahir 17 Agustus, 17 Warga Gresik Dapat SIM Gratis dari Satlantas
"Harapan peternak, khususnya sapi ketika Gus Muhaimin menjadi presiden dapat membatasi impor daging yang merugikan peternak. Juga ada kebijakan yang berpihak kepada petani agar ketahanan pangan terlindungi tanpa harus sering impor beras," bebernya. (qom)
Editor : Abdul Aziz Qomar